Saturday, 8 Rabiul Akhir 1440 / 15 December 2018

Saturday, 8 Rabiul Akhir 1440 / 15 December 2018

AS Ingin Taliban Berdamai Sebelum Pilpres Afghanistan

Selasa 20 Nov 2018 07:23 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Petempur Taliban berkumpul bersama warga di distrik Surkhroad, Provinsi Nangarhar, Kabul, Afghanistan, Sabtu (16/6).

Petempur Taliban berkumpul bersama warga di distrik Surkhroad, Provinsi Nangarhar, Kabul, Afghanistan, Sabtu (16/6).

Foto: AP Photo/Rahmat Gal
Kesepakatan damai ditarget sebelum April 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Utusan Khusus Amerika Serikat (AS) untuk Afghanistan berharap dapat mencapai kesepakatan damai dengan Taliban. Media lokal mengatakan kesepakatan damai tersebut dilakukan sebelum April 2019.

Utusan Khusus AS untuk Afghanistan Zalmay Khalilzad akan memimpin pembicaraan antara Amerika Serikat, Taliban, dan pemerintah Afghanistan. "Berharap kesepakatan damai dapat dilakukan sebelum April tahun depan," kata Khalilzad, seperti dikutip media-media lokal Afganistan, Ahad (18/11).

Sebab Afghanistan berencana untuk menyelenggarakan pemilihan presiden pada tanggal 20 April 2019. Diplomat AS keturunan Afghanistan tersebut mengatakan ia masih sangat optimistis dengan pembicaraan damai tersebut.

Khalilzad ditunjuk Presiden AS Donald Trump untuk membuat pertemuan dengan Taliban. Ia sudah bertemu dengan kelompok teroris tersebut di Qatar pada bulan lalu untuk mencari cara mengakhiri perang yang sudah berlangsung selama 17 tahun di Afghanistan.

"Hasil akhir dari perundingan tersebut adalah perdamaian dan kesuksesan Afghanistan, yang tidak menimbulkan ancaman untuk dirinya sendiri maupun masyarakat internasional," kata Khalilizad.

Taliban belum berkomentar tentang hal itu. Para militan tersebut berperang untuk mengusir pasukan asing dan mengalahkan pemerintah Afghanistan yang didukung Barat.

Pada akhir bulan lalu mereka meminta Khalilzad jadwal pasti kapan pasukan AS ditarik dari Afghanistan. Mereka juga meminta AS dan pemerintah Afghanistan untuk membebaskan sejumlah petinggi Taliban yang kini dipenjara.

Sumber : Reuters
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES