Friday, 8 Rabiul Awwal 1440 / 16 November 2018

Friday, 8 Rabiul Awwal 1440 / 16 November 2018

Saudi Janji akan Seret Pembunuh Khashoggi ke Pengadilan

Selasa 06 Nov 2018 17:36 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Teguh Firmansyah

Sejumlah orang melakukan aksi di depan konsulat Arab Saudi di Istanbul, Kamis (25/10). Mereka meminta kasus kematian jurnalis Jamal Khashoggi diusut hingga tuntas.

Sejumlah orang melakukan aksi di depan konsulat Arab Saudi di Istanbul, Kamis (25/10). Mereka meminta kasus kematian jurnalis Jamal Khashoggi diusut hingga tuntas.

Foto: AP Photo/Lefteris Pitarakis
Turki mengaku memiliki detil pembunuhan Khashoggi.

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Arab Saudi berjanji akan membawa pembunuh jurnalis Jamal Khashoggi ke pangadilan. Hal ini diungkapkan perwakilan Arab Saudi kepada United Nations Human Rights Council (UNHRC).

"Jaksa memulai penyelidikan yang diperlukan untuk mengungkap semua fakta, membawa semua pembunuh ke pengadilan, dan menghukum mereka yang bersalah karena membunuh Khashoggi,” kata Presiden Komisi Hak Asasi Manusia Arab Saudi  Bandar Al Aiban, seperti dilansir Middle East Monitor, Selasa (6/11).

Setelah membantah membunuh Khashoggi selama berpekan-pekan, Arab Saudi akhirnya mengakui membunuh Khashoggi. Mereka mengatakan Khashoggi terbunuh dalam interogasi yang tidak berjalan dengan baik.

Tapi Pemerintah Turki  yakin jurnalis tersebut sengaja dibunuh. Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan, sangat jelas 15 anggota tim pembunuh Khashoggi datang untuk menjalankan perintah. Tapi sampai saat ini Turki belum mendapatkan jawaban pasti siapa yang memerintahkan pembunuhan ini.

Baca juga, Sumber: Butuh Tujuh Menit untuk Bunuh Khashoggi.

"Kami harus mencari tahu siapa yang memberi perintah, ini pernyataan sederhana yang kami ajukan juga kepada Arab Saudi, kami membuat pertanyaan publik, ini investigasi yang masih berjalan," kata Cavusgolu.

Cavusoglu menambahkan, Turki memiliki beberapa bukti dalam kasus ini. Tapi mereka belum membagikannya kepada publik. Detail kasus ini akan terus dilaporkan sampai investigasi selesai.  "Arab Saudi mengusulkan untuk membentuk tim kerja sama dan kami menerima itu tapi orientasi kerja tim ini harus pada hasil," kata Cavusoglu.

Pada bulan lalu Jaksa Penuntut Umum Arab Saudi Saud bin Abdullah bin Mubarak mengunjung Turki. Ia datang ke Istanbul dalam rangka menginvestigasi kasus pembunuhan ini.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES