Sunday, 16 Sya'ban 1440 / 21 April 2019

Sunday, 16 Sya'ban 1440 / 21 April 2019

Arab Saudi Kirim Tim Pembersih Setelah Pembunuhan Khashoggi

Selasa 06 Nov 2018 07:03 WIB

Rep: Marniati/ Red: Esthi Maharani

Jamal Khashoggi

Jamal Khashoggi

Foto: Metafora Production via AP
Tim dikirim sepekan setelah Khashoggi dinyatakan hilang di konsulat Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Arab Saudi mengirim dua orang "tim pembersih" untuk menghapus bukti pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Tim dikirim sepekan setelah Khashoggi dinyatakan hilang di konsulat Saudi.

Seorang pejabat Turki pada Senin (5/11) mengatakan adanya tim pembersih ini menunjukan bahwa para pejabat Saudi mengetahui kejahatan itu. Mengkonfirmasi sebuah laporan di surat kabar Sabah yang pro-pemerintah Turki, pejabat itu mengatakan ahli kimia dan racun bertugas menghapus bukti sebelum para penyelidik Turki diberi akses ke konsulat Saudi dan tempat tinggal konsul.

Sabah mengidentifikasi dua orang itu sebagai Ahmed Abdulaziz al-Jonabi dan Khaled Yahya al-Zahrani. Mereka tiba di Turki sebagai bagian dari tim 11 orang yang dikirim untuk melakukan inspeksi dengan para pejabat Turki.

"Kami percaya bahwa dua orang itu datang ke Turki hanya untuk menutupi bukti pembunuhan Jamal Khashoggi sebelum polisi Turki diizinkan untuk menyusuri TKP," kata pejabat itu.

(Baca; Catatan HAM Saudi akan Disorot di Pertemuan Dewan HAM PBB)

Kedua orang itu melakukan operasi pembersihan di konsulat dan kediaman konsul di Istanbul hingga 17 Oktober. Mereka meninggalkan Turki tiga hari kemudian.

"Fakta bahwa tim pembersihan dikirim dari Arab Saudi sembilan hari setelah pembunuhan itu menunjukkan bahwa pembunuhan Khashoggi berada dalam pengetahuan para pejabat tinggi Saudi," kata pejabat itu.

Arab Saudi mengatakan 18 orang telah ditahan atas pembunuhan Khashoggi. Kepala komisi hak asasi manusianya mengatakan pada pertemuan di Jenewa bahwa Riyadh sedang menyelidiki kasus ini untuk menuntut para pelaku.

Laporan Arab Saudi terkait pembunuhan Khashoggi telah menimbulkan kecaman internasional. Turki terus menekan Riyadh untuk memperoleh kejelasan atas kasus Khashoggi. Pada Senin, Wakil Presiden Fuat Oktay menyerukan penyelidikan  bahwa tubuh Khashoggi dilarutkan dengan zat asam.

"Pertanyaannya sekarang adalah siapa yang memberi perintah. Inilah yang kami cari jawabannya sekarang. Pertanyaan lain adalah di mana tubuh. Ada laporan (tubuh)  dilarutkan dengan asam. Semua ini harus diketahui," kata Fuat Oktay kepada kantor berita Anadolu.

Sumber : Reuters
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA