Sabtu, 15 Sya'ban 1440 / 20 April 2019

Sabtu, 15 Sya'ban 1440 / 20 April 2019

Tuduhan Islamis Berbahaya, Putra Khashoggi: Ayah Moderat

Selasa 06 Nov 2018 05:04 WIB

Rep: Mimi Kartika/ Red: Nashih Nashrullah

Raja dan Putra Mahkota Saudi bertemu dengan keluarga Khashoggi

Raja dan Putra Mahkota Saudi bertemu dengan keluarga Khashoggi

Foto: Alarabiya
Jamal Kashoggi menurut keluarganya bukan pembangkang dan loyal ke kerajaan.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Putra jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi, Salah, angkat bicara terkait rumor dan tudingan bahwa Sang Ayah terlibat dalam organisasi Islam atau termasuk sosok Muslim dengan pemikiran keagamaan yang membahayakan. Bahkan terang-terangan membantang ayahnya tersebut bukanlah pendukung Ikhwanul Muslimin. 

"Ia adalah sosok moderat yang memiliki nilai-nilai sama dengan semua orang. Sosok yang mencintai negaranya, yang sangat percaya akan negara dan potensinya," katanya dalam sebuah wawancara dengan CNN, Ahad (4/11).

Baca juga, Putra Khashoggi Ingin Jasad Sang Ayah Dikembalikan 

Salah membantah pula ayahnya disebut sebagai pembangkang kerajaan dan menentang kebijakan-kebijakan perubahan di negara monarki itu. 

 "Jamal tidak pernah menjadi pembangkang. Ia percaya pada kerajaan dan ia percaya pada transformasi, yang sedang berjalan," katanya.

Sebelumnya, Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammad bin Salman (MBS) melakukan percakapan dengan para pejabat Pemerintah Presiden Donald Trump. Dalam percakapan tersebut, Pangeran MBS menggambarkan kolumnis yang terbunuh, Jamal Khashoggi, sebagai pengikut Islam yang berbahaya.

Baca juga, Pangeran Saudi Sebut Khashoggi Penganut Islam Berbahaya

Khashoggi dinyatakan hilang saat memasuki gedung konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober lalu. Belakangan, Saudi dan Turki mengonfirmasi Khashoggi dibunuh dalam gedung konsulat.

Pada Rabu lalu, seorang jaksa Turki mengatakan Khashoggi dicekik dan dimutilasi. Peristiwa itu terjadi tak lama setelah dirinya memasuki gedung konsulat. Hingga kini jasad Khashoggi masih belum ditemukan.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, perintah untuk membunuh Khashoggi berasal dari pejabat tinggi Pemerintah Saudi. Namun, ia masih meragukan bila hal itu langsung dikomandoi Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud.

Kendati demikian, Erdogan tetap merasa kecewa karena Saudi belum juga mengungkap siapa dalang pembunuhan Khashoggi. “Kita harus mengungkap identitas para dalang di balik pembunuhan Khashoggi,” kata Erdogan dalam sebuah opini yang ditulisnya untuk the Washington Post pada Jumat (2/11).

Khashoggi merupakan jurnalis kondang Saudi yang menjadi kolumnis di The Washington Post. Selama berkarier sebagai jurnalis, dia diketahui kerap melayangkan kritik tajam terhadap kebijakan-kebijakan yang diambil Pemerintah Saudi. Pangeran MBS yang dipuji karena dianggap melakukan reformasi sosial di Saudi, tak luput dari kritikannya.

 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA