Rabu, 17 Ramadhan 1440 / 22 Mei 2019

Rabu, 17 Ramadhan 1440 / 22 Mei 2019

Erdogan: Turki akan Tetap di Idlib untuk Bantu Rakyat Suriah

Sabtu 13 Okt 2018 12:02 WIB

Red: Nur Aini

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

Foto: Presidential Press Service via AP
Erdogan mengklaim telah menghabiskan 33 miliar dolar AS untuk pengungsi Suriah.

REPUBLIKA.CO.ID, IDLIB -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Jumat (12/10) mengatakan Turki menyelamatkan jutaan orang dari penderitaan melalui kestabilan yang dipertahankannya di Idlib dan akan terus melakukan itu.

"Turki menyelamatkan puluhan ribu orang dari kematian, jutaan orang dari penderitaan, melalui kestabilan yang dipertahankannya di Idlib," kata Erdogan dalam acara santap malam Pertemuan Puncak Ke-4 Pengadilan Tinggi Internasional.

Ia menambahkan bahwa dengan menampung lebih dari empat juta pengungsi dari Suriah, Irak, Afghanistan dan negara Afrika, Turki "memikul beban dan menyelamatkan kehormatan masyarakat internasional".

"Kami melakukan ini tanpa bantuan berarti organisasi dan masyarakat internasional. Kami telah mengeluarkan 33 miliar dolar AS hanya buat pengungsi Suriah," kata Erdogan, sebagaimana dikutip kantor berita Anadolu.

Presiden Turki tersebut mengatakan di Suriah, Turki menangani sistem keamanan dan keadilan, yang pada gilirannya melicinkan jalan bagi perdamaian. Ia menyatakan bahwa pemahaman Turki mengenai keadilan berasal dari sejarahnya dan peradaban. Ia juga mengatakan Ankara terus berperang demi kepentingan utama saudaranya dan semua umat manusia.

Setelah satu pertemuan di Sochi, Rusia, pada September antara Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin, kedua negara itu sepakat untuk mendirikan zona demiliterisasi Idlib. Ankara dan Moskow juga menandatangani nota kesepahaman yang menyerukan "stabilisasi" zona demiliterisasi Idlib, tempat aksi agresi dilarang dengan tegas.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, kelompok oposisi di Idlib akan tetap berada di daerah tempat mereka sudah ada. Sementara Rusia dan Turki akan melakukan patroli gabungan di daerah itu dengan tujuan mencegah pertempuran baru.

Suriah baru saja keluar dari konflik yang memporak-porandakan negeri tersebut. Konflik meletus di Suriah pada 2011, ketika Pemerintah Presiden Bashar al-Assad menindas demonstrasi dengan kekuatan yang tak pernah terjadi sebelumnya.

Baca: Menlu Turki Telepon Pompeo Setelah Pastor AS Dibebaskan

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA