Minggu, 12 Safar 1440 / 21 Oktober 2018

Minggu, 12 Safar 1440 / 21 Oktober 2018

Laporan Menyebut Ada Suara Jeritan di Konsulat Saudi

Kamis 11 Okt 2018 18:29 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Teguh Firmansyah

Jamal Khashoggi.

Jamal Khashoggi.

Foto: AP
Saudi membantah klaim pejabat keamanan Turki soal pembunuhan Khashoggi.

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Keberadaan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi masih misterius. Apakah dia dibunuh di konsulat Saudi? Atau diculik dan diterbangkan ke Saudi? Atau ada hal lain yang menyebabkannya hilang?

Namun menurut investigator Turki yang mendapat info dari orang dalam konsulat, terdengar suara jeritan dan teriakan keras seraya ingin memberontak pada hari hilangnya Jamal Khasoggi.

"Saya telah mempelajari, di antara bukti penyelidikan salah satunya kesaksian dari dalam konsulat pada waktu Jamal ada di sana. Termasuk keterangan saksi yang mendengar suara jeritan dan teriakan keras serta panggilan permintaan tolong, kemudian suara itu secara tiba-tiba hilang," ujar Jamal Elshayyal, kontributor dari Aljazirah.

Ihwal teriakan ini belum bisa diverifikasi kebenarannya. Namun sebelumnya polisi Turki meyakini Khashoggi telah dibunuh. Pejabat Saudi membantah tuduhan tersebut.

Sementara itu, sumber dari kementerian luar negeri Turki menyangkal, Saudi membatalkan otorisasi bagi pihak berwenang Turki untuk melakukan penyelidikan di konsulat Saudi di Istanbul.

Baca juga, Ini Detik-Detik Hilangnya Khashoggi di Konsulat Saudi.

Pernyataan kementerian itu muncul setelah beberapa media mengklaim Arab Saudi membatalkan izin pihak berwenang Turki ke tempat tersebut.

Hal itu pun bertepatan dengan pemberitaan media Turki yang menerbitkan  daftar 15 warga Saudi yang diduga tiba di Istanbul pada hari yang sama ketika Khashoggi menghilang.

Harian Daily Sabah memublikasikan nama-nama dan tahun-tahun kelahiran 15 orang warga Saudi yang dilaporkan tiba di Bandar Udara Ataturk, Istanbul, pada 2 Oktober lalu.

Dua belas orang di antara mereka tiba pada Selasa pagi, berdasarkan foto-foto yang diperoleh di tempat pemeriksaan paspor yang dipublikasikan. Kelompok warga Saudi itu berangkat pada empat waktu yang berbeda.

Laporan juga menyebut orang-orang Saudi tersebut tinggal di Hotel Wyndham dan Hotel Movenpick di Istanbul. Hotel itu tak jauh dari Konsulat Saudi. Namun, manajemen kedua hotel tersebut menolak berkomentar.

Salah seorang dari para pria Arab Saudi itu diidentifikasi nama dan fotonya dalam laporan Sabah sebagai seorang pakar forensik dan namanya tercatat dalam organisasi Masyarakat Medis Forensik Saudi.

Video-video yang disiarkan NTV Turki menunjukkan para pria itu tiba di bandara tersebut dan memesan kamar di satu hotel, serta video-video tentang mobil jenis van hitam berukuran besar tiba di kediaman konsul jenderal dua jam setelah Khashoggi memasuki konsulat.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES