Minggu, 12 Safar 1440 / 21 Oktober 2018

Minggu, 12 Safar 1440 / 21 Oktober 2018

Momen-Momen Jelang Pembunuhan Dubes Rusia oleh Polisi Turki

Selasa 25 Sep 2018 10:44 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah

Penembak Dubes Rusia untuk Turki, Mevlut Mert Altintas, usai menembak sang Dubes Andrei Karlov, di galeri foto di Ankara, Senin, 19 Desember 2016. Tampak Jasad Karlov tergeletak di sampingnya.

Penembak Dubes Rusia untuk Turki, Mevlut Mert Altintas, usai menembak sang Dubes Andrei Karlov, di galeri foto di Ankara, Senin, 19 Desember 2016. Tampak Jasad Karlov tergeletak di sampingnya.

Foto: AP Photo/Burhan Ozbilici
Karlov sempat terlihat di rumah sakit.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Foto-foto terbaru terkait kasus pembunuhan duta besar Rusia untuk Turki Andrey Karlov oleh seorang polisi Turki bernama Mevlüt Mert Altıntaş telah diungkap. Pembunuhan itu terjadi di sebuah galeri seni di Ankara pada 19 Desember 2016.

Surat kabar Turki, Hürriyet, diberi kesempatan mengakses dokumen tentang pembunuhan Karlov yang dimiliki Kantor Kepala Kejaksaan Ankara. Foto-foto itu menunjukkan aktivitas Altıntaş sekitar 10 jam sebelum pembunuhan terjadi.

Pada pagi hari tanggal 19 Desember 2016, ia terlihat di sebuah rumah sakit. Kamera pun mengabadikan gambarnya ketika meninggalkan rumah sakit dengan membawa sebuah laporan medis.

Menurut seorang dokter yang memberi kesaksian kepada polisi, Altıntaş didiagnosis menderita diare dan menerima laporan yang memungkinkan dia untuk tidak bekerja selama satu hari. "Dia bisa mengalami diare karena stres sebelum pembunuhan atau dia bisa minum obat untuk memicu itu," katanya.

Baca juga, Ini Sosok Duta Besar Rusia yang Dibunuh di Turki.

Kemudian pada sore hari, foto-foto menunjukkan Altıntaş meninggalkan rumahnya, lalu memesan kamar di sebuah hotel. Di kamar itulah Altıntaş diyakini merencanakan aksi pembunuhannya.

Foto-foto terakhir menunjukkan dia meninggalkan hotel untuk pergi ke Ankara Modern Arts Centre. Di sanalah Altıntaş membunuh Karlov dengan cara menembaknya dari belakang.

Altıntaş, yang diduga terkait dengan organisasi Fetullah Gulen, kemudian tewas ditembak polisi pascakejadian tersebut. Delapan orang turut ditangkap sebagai tersangka kaki tangan Altıntaş, termasuk mantan majikan Otoritas Teknologi Informasi dan Komunikasi Turki (ICTA).

Menurut Hürriyet, temuan terbaru dalam investigasi kasus pembunuhan Karlov telah dibagikan kepada delegasi Moskow yang datang ke Ankara pekan lalu.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES