Rabu, 5 Rabiul Akhir 1440 / 12 Desember 2018

Rabu, 5 Rabiul Akhir 1440 / 12 Desember 2018

Ini Pernyataan Pertama Erdogan Usai Disumpah Jadi Presiden

Selasa 10 Jul 2018 02:06 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Teguh Firmansyah

Recep Tayyip Erdogan

Recep Tayyip Erdogan

Foto: AP
Erdogan berjanji akan membuat Turki kuat dan maju.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Presiden Recep Tayyip Erdogan berjanji menjadikan Turki negara yang kuat dan maju. Janji tersebut adalah pernyataan pertamanya sebagai presiden sistem presidensial eksekutif baru. Sistem tersebut menekankan, Erdogan terpilih sebagai presiden dengan kekuatan di jajaran eksekutif.

“Kami menjanjikan bangsa kita lebih kuat 95 tahun di republik dengan pemahaman eksekutif yang baru. Kami menyiapkan jajaran parlemen yang lebih kuat, pemerintahan yang lebih kuat, dan Turki yang lebih kuat dengan menggunakan kekuatan yang telah diberikan negara kami kepada kami,” kata Erdogan dilansir di Hurriyet Daily News, Senin (9/7).

Erdogan terpilih sebagai presiden dengan sistem baru yang digambarkan sebagai sistem pemerintahan presidensial. Ia menjanjikan kepemimpinan yang lebih peduli pada bangsa. Sebab, ia menyadari, pemerintahan Turki tidak hanya milik pendukungnya, tetapi milik dari 81 juta warga negara ini.

Dia beranggapan masalah yang dihadapi Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) selama 16 tahun pemerintahannya telah membuat perubahan konstitusi tidak dapat dihindari. Menurut dia, sistem baru itu bukan penguatan, tetapi pilihan mengubah sejarah Turki.

“Untuk pertama kalinya sejak periode Ottoman, Turki telah membuat pilihan bukan dengan kudeta atau bala bantuan seperti itu tetapi dengan kehendak bebas bangsa kita,” kata Erdogan.

Ia mengatakan, pemerintahannya mengadopsi model administrasi baru yang jauh melampaui upaya demokrasi Turki yang berusia 150 tahun dan semua uji coba dalam sejarah Republik Turki selama 95 tahun. ia bersumpah meninggalkan sistem yang merugikan negara karena kekacauan politik, sosial, dan ekonomi seperti masa lalu Turki.

"Mulai sekarang, presiden, yang otoritasnya diberikan oleh bangsa dan dengan demikian bertanggung jawab di depan bangsa, akan melaksanakan pekerjaannya dalam harmoni legislatif dan cabang yudisial," ujar dia.

Erdogan mengatakan, kunjungan pertama sebagai presiden akan dilakukan ke Siprus Utara dan Azerbaijan. Kemudian, pada 11 Juli Erdogan berangkat ke Brussels untuk menghadiri KTT NATO. Kabinet pertama mengadakan pertemuan pertama pada 13 Juli di Ankara yang dipimpin langsung Erdogan.  “Era baru akan ditandai dengan reformasi dan renovasi,” kata Erdogan.

Baca juga, Erdogan Dilantik Jadi Presiden Pertama Terpilih Turki.

Ia mengatakan pemerintahannya berkomitmen membangun struktur negara yang menghasilkan layanan, bukan birokrasi. Ia berjanji memperkuat keadaan sosial di era baru.  “Kami akan memperkuat Turki dari industri pertahanan ke keamanan perbatasan,” ujar dia.

Ia mengatakan pemerintah berjanji mengambil langkah besar di setiap bidang dari keseimbangan ekonomi makro untuk investasi guna memastikan bahwa Turki menjadi salah satu dari 10 ekonomi teratas. “Kami akan menandatangani proyek-proyek besar,” ujar dia.

 

 

 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA