Jumat, 7 Zulqaidah 1439 / 20 Juli 2018

Jumat, 7 Zulqaidah 1439 / 20 Juli 2018

Presiden Iran: Pendekatan Militer di Yaman akan Gagal

Selasa 19 Juni 2018 02:48 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nidia Zuraya

Presiden Iran Hassan Rouhani

Presiden Iran Hassan Rouhani

Foto: Iranian Presidency Office via AP
Pesawat militer koalisi pimpinan Arab Saudi membombardir pejuang Houthi

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan kepada Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani bahwa pendekatan militer di Yaman akan gagal. Hal tersebut dikatakan Rouhani pada Senin (18/6) setelah pesawat militer koalisi pimpinan Arab Saudi membombardir pejuang Houthi yang merupakan sekutu Iran.

"Krisis di Yaman harus diselesaikan melalui saluran politik, pendekatan militer akan gagal. Stabilitas dan keamanan Yaman adalah penting bagi Timur Tengah," ujar Rouhani kepada Tamim melalui saluran telepon seperti dilansir dari Reuters yang mengutip dari stasiun televisi Pemerintahan Iran.

Sejauh ini, Timur Tengah telah menjadi medan laga perang proksi antara kekuatan muslim syiah yang dipimpin Iran, melawan muslim sunni yang dipimpin Arab Saudi. Teheran sendiri memberikan dukungannya kepada Presiden Bashar al-Assad dalam perang sipil di Suriah, milisi syiah di Irak, pasukan Houthi dalam konflik Yaman dan Hizbullah Lebanon.

Untuk membendung pengaruh Iran, Arab Saudi memimpin koalisi pasukan Arab Sunni melawan Houthi di negara miskin yang berada di ujung semenanjung Arab tersebut. Namun demikian, Iran menolak tuduhan Arab Saudi bahwa negara mullah tersebut memberikan dukungan keuangan serta militer kepada Houthi dalam pertempuran di Yaman.

Iran justru menuding krisis di Yaman semakin buruk karena ulah Saudi sendiri. "Kebijakan negara-negara petualang ini tidak benar dan percaya bahwa kelanjutan dari proses ini (serangan militer) niscaya akan mengintensifkan krisis regional yang ada," tegas Rouhani.

Di samping itu, stasiun televisi Iran melaporkan penguasa Qatar mengatakan bahwa semua konflik regional dapat diselesaikan hanya melalui dialog dan tidak ada negara yang bisa memaksakan pendiriannya pada orang lain.

Dunia internasional semakin khawatir krisis kemanusiaan di Yaman akan semakin parah dengan terus berlanjutnya pertempuran kota. Dilaporkan bahwa pertempuran tersebut terus terjadi karena Houthi berusaha melindungi jalur pasokan kritis dari Laut Merah ke benteng pertahanan mereka di ibukota Sanaa.

Sumber : Reuters
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA