Rabu, 6 Rabiul Awwal 1440 / 14 November 2018

Rabu, 6 Rabiul Awwal 1440 / 14 November 2018

Israel Imbau Assad Usir Iran dari Suriah

Sabtu 12 Mei 2018 05:59 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Avigdor Lieberman

Avigdor Lieberman

Foto: Reuters
Iran menilai serangan Israel ke Suriah tak Dapat Ditoleransi.

REPUBLIKA.CO.ID,  TEL AVIV -- Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman mengimbau Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk menyingkirkan kehadiran militer Iran di negaranya. Dia mengatakan, keberadaan Iran di Suriah hanya akan membawa masalah dan kehancuran.

Lieberman memperingatkan Assad untuk berhati-hati kepada Teheran, terlebih Kepala pasukan Kurdi Iran Qassem Soleimani. Dia mengatakan, pasukan Kurdi merupakan cabang dari garda revolusioner Iran yang beroperasi di luar negeri. 

"Saya memiliki pesan kepada Assad: singkirkan kehadiran Iran terlebih Qassem Soleimani dan pasukan Kurdi karena mereka hanya menyaiti dan tidak akan membantu Anda," kata Avigdor Lieberman.

Lieberman mengatakan, keberadaan pasukan kurdi Iran hanya akan membawa masalah dan kehancuran. Dia menambahkan, hilangnya pasukan kurdi dan Iran berpotensi mengubah kehidupan warga di kawasan.

Israel dan Iran memang merupakan musuh namun kedua negara belum pernah terlibat perang terbuka. Israel sebelumnya menuding Iran telah meluncurkan roket dari Suriah ke kawasan yang diduduki Isael, Golan Heights. Israel lantas merespon hal itu dengan menyerang balik militer Iran yang berada di Suriah.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qasem mengatakan serangan Israel terhadap Suriah dengan dalih pembalasan atas serangan roket ke Dataran Tinggi Golan tak dapat ditoleransi.

"Serangan rezim Zionis terhadap Suriah di bawah alasan yang dibuat dan tak berdasar adalah pelanggaran kedaulatan nasional dan integritas teritorial Suriah serta bertentangan dengan semua hukum dan peraturan internasional," kata Qasem pada Jumat (11/5), dikutip laman Aljazirah.

Pemerintah Iran mengecam serangan tersebut. "Iran sangat mengutuk serangan (Israel) terhadap Suriah. Keheningan komunitas internasional mendorong agresi Israel. Suriah memiliki hak untuk membela diri," ujar Qasem.Kendati demikian, Israel tetap teguh pada alasannya melancarkan serangan ke Suriah. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menilai kehadiran militer Iran di Suriah memang menjadi ancaman serius bagi Israel.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Semangat Adul Menuntut Ilmu (2)

Selasa , 13 Nov 2018, 23:56 WIB