Minggu, 9 Zulqaidah 1439 / 22 Juli 2018

Minggu, 9 Zulqaidah 1439 / 22 Juli 2018

Wanita Saudi Tampil di Forum Bisnis Tingkat Tinggi

Kamis 12 April 2018 00:15 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Nur Aini

Perempuan tak Bercadar Kini Boleh Masuk Pengadilan di Saudi

Perempuan tak Bercadar Kini Boleh Masuk Pengadilan di Saudi

Foto: Arab News
Keterlibatan perempuan dalam pembangunan sosial dan ekonomi dinilai tepat.

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Forum bisnis tingkat tinggi atau Top CEO kembali digelar di King Abdullah Economic City, Arab Saudi. Namun, kali ini menampilkan kegiatan berbeda dari tahun sebelumnya.

Dilansir di Arab News pada Rabu (11/4), pada salah satu acara diskusi menampilkan para pemimpin dan ahli bisnis wanita Arab. "Tahun lalu, acara itu adalah forum satu hari, dan saya pikir itu adil (menampilkan perempuan) untuk diadakan mengimbangi dominasi laki-laki," kata kolumnis bisnis senior Berita Arab, Frank Kane di sesi pembukaan Forum Wanita Arab.

Kane mengatakan dengan perubahan yang semakin cepat, maka memberdayakan dan mendorong keterlibatan perempuan dalam pembangunan sosial dan ekonomi merupakan langkah tepat. Dengan demikian, pada pembukaan Forum CEO Top didedikasikan untuk mendorong peran perempuan dalam bisnis, ekonomi, dan masyarakat.

"Perempuan di sini memiliki dorongan dan dukungan dari kepemimpinan pragmatis," ujar Kane.

Ia mengaku banyak mendengar pembahasan di seluruh dunia tentang reaksi konservatif terhadap perubahan yang terjadi di Kerajaan. Namun, ia menegaskan perempuan Saudi memiliki sekutu kuat di pihak mereka.

Forum Wanita Arab pertama, yang disponsori bersama oleh Arab News dan Mediaquest penerbit yang berbasis di Dubai, dimulai pada Selasa (10/4). Para perempuan di panggung menyoroti ihwal pentingnya upaya menuju kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

Dalam beberapa bulan terakhir, Arab Saudi membuat perubahan besar sejalan dengan Visi Saudi 2030 untuk melibatkan lebih banyak perempuan dalam angkatan kerja, serta perkembangan ekonomi dan sosial.

Reformasi menyambut Visi 2030 bertujuan meningkatkan persentase perempuan yang bekerja dari 22 persen menjadi 30 persen. Dalam 10 bulan, hal-hal telah dipercepat, dan agenda paritas gender adalah salah satu yang fundamental, ujar Co-CEO Mediaquest, Julien Hawari.

Ia berharap kegiatan itu menghasilkan rumusan untuk menciptakan harapan, mengembangkan pekerjaan dan energi. Ia mengatakan perempuan dalam forum itu memutuskan melihat harapan dari transformasi yang terjadi.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA