Friday, 17 Jumadil Akhir 1440 / 22 February 2019

Friday, 17 Jumadil Akhir 1440 / 22 February 2019

Warga Suriah di Jerman Geram Terhadap Politisi Sayap Kanan

Sabtu 17 Mar 2018 00:56 WIB

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Esthi Maharani

Pengungsi Suriah di Jerman

Pengungsi Suriah di Jerman

Foto: diplo.de
Warga Suriah membalas di medsos dengan tagar I pay for my coffee.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Warga Suriah di Jerman geram dengan pernyataan politisi kubu sayap kanan jauh yang menyatakan makanan warga Suriah dibayar warga Jerman. Warga Suriah di sana lalu membalas di media sosial dengan tagar I pay for my coffee.

Pekan lalu, tujuh anggota Partai Alternatif Jerman (AfD) mengunjungi Suriah untuk mengumpulkan informasi keamanan di sana. Mereka ingin memastikan Suriah aman agar bisa segera mendeportasi warga Suriah yang gagal mendapat suaka di Jerman.

Anggota AfD Christian Blex sempat mengunggah foto dirinya yang sedang minum kopi di Homs, Suriah. ''Sementara para 'pengungsi' Suriah dari Homs minum kopi dengan uang warga Jerman, kami di Homs minum menggunakan uang kami sendiri,'' demikian keterangan foto di akun Facebook milik Blex itu seperti dikutip Reuters, Jumat (16/3).

Warga Suriah di Jerman merespons unggahan foto itu dengan foto atau video yang menunjukkan mereka tengah minum kopi dan menyatakan kopi itu mereka bayar dengan uang sendiri. ''Saat saya lihat foto Dr. Christian Blex, saya melihat pernyataannya menyerang,'' kata Oula Suliman, mahasiswa kedokteran di Berlin yang bergabung dalam kampanye itu.

Suliman mengatakan, semua warga Suriah yang ia temui di Jerman, sangat ingin punya pekerjaan. Namun itu jadi tantangan besar buat mereka.

Seorang warga Suriah lainnya di Jerman, Mouhannad Malek, juga mengunggah foto dirinya menggunakan tagar serupa dan mengatakan kampanye itu bertujuan menunjukkan bahwa warga Suriah juga adalah bagian dari masyarakat Jerman.

''Saya pikir saat ia mengunjungi Suriah, ya mungkin ia membayar untuk kopinya. Tapi keamanan dirinya tidak dibayar dari apa yang ada di kantungnya, tapi oleh warga Suriah,'' kata Malek yang bekerja di Berlin sejak 2016 sebagai peneliti biologi molekuler dan onkologi.

Ia mengakui dirinya memang pengungsi dan imigran. Tapi Malek dan warga Suriah lain di Jerman juga berupaya berpartisipasi ikut meningkatkan kesejahteraan Jerman.

Pada November lalu, setelah AfD menang dalam pemilu nasional untuk ke tiga kali, partai itu mengusulkan repatriasi setengah juta pengungsi Suriah di Jerman dan beralasan perang Suriah hampir selesai.

Anggota AfD lainnya yang juga berada di Suriah, Juergen Pohl, mengatakan, warga Suriah bisa dipulangkan ke beberapa daerah yang aman di Suriah, tentu bukan ke timur Ghouta. ''Di tengah Damaskus, di sana aman untuk jadi tempat repatriasi,'' kata Pohl.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES