Jumat, 6 Zulhijjah 1439 / 17 Agustus 2018

Jumat, 6 Zulhijjah 1439 / 17 Agustus 2018

Sejarah Hari Ini: Jet AS Bom Kamp Irak, 314 Orang Tewas

Selasa 13 Februari 2018 07:22 WIB

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Teguh Firmansyah

Pesawat pengebom AS B-52.

Pesawat pengebom AS B-52.

Foto: Youtube
Wilayah itu telah lama menjadi target serangan militer AS.

REPUBLIKA.CO.ID, BAGHDAD -- Ratusan warga sipil Irak tewas dan terluka di Baghdad setelah pesawat pengebom Amerika melancarkan serangan mematikan pada 13 Februari 1991. Menteri Luar Negeri Irak Tariq Aziz mengatakan, gempuran ini adalah serangan kriminal yang telah direncanakan terhadap warga sipil.

Laporan dari media lokal mengatakan dua bom presisi meledakkan tempat penampungan di distrik kelas menengah Amiriya yang terletak sejauh lima mil dari pusat ibu kota Irak. Sebanyak 235 mayat, mayoritas perempuan dan anak-anak, ditemukan 12 jam setelah serangan.

Ledakan telah menyebabkan kebakaran besar di kompleks penampungan, yang di dalamnya terdapat sebuah sekolah, masjid, dan supermarket. Kebakaran bahkan menghambat upaya penyelamatan 300 orang yang masih terperangkap dalam pertempuran.

Juru bicara Gedung Putih Martin Fitzwater mengatakan hilangnya nyawa warga sipil benar-benar menjadi insiden yang sangat tragis. Namun ia mengakui wilayah itu telah lama menjadi target utama militer AS. "Kami tidak tahu mengapa warga sipil berada di lokasi ini. Tapi kami tahu Saddam Hussein tidak berbagi kesakralan kehidupan manusia," kata Fitzwater, dikutip BBC.

Seorang perwira intelijen Amerika mengatakan lokasi tersebut telah mentransmisikan sinyal militer sampai saat bom meledak. Juru bicara AS lainnya di Riyadh, Arab Saudi, mengatakan, Saddam sengaja menciptakan perisai manusia, taktik yang pernah dia gunakan sebelumnya, untuk mengobarkan opini internasional terhadap serangan udara sekutu.

Menurut sumber intelijen AS, tempat penampungan itu dibangun selama Perang Iran-Irak pada 1980-an dengan langit-langit beton setinggi 10 sampai 15 kaki. Lokasi itu diperkuat dengan baja, yang dirancang untuk menahan gelombang elektro-magnetik dari ledakan termo-nuklir.

Jumlah korban tewas seluruhnya dalam serangan ini tercatat mencapai 314 orang, termasuk 130 anak-anak. Insiden tersebut banyak dilaporkan oleh media barat dan membawa kengerian perang hi-teknologi modern ke seluruh dunia.

Sepuluh hari kemudian, serangan darat sekutu terhadap pendudukan Irak di Kuwait dimulai. Dalam tiga hari, pasukan Irak mulai mundur dan Kuwait dibebaskan pada 27 Februari 1991. Pada Maret 2003, AS memimpin kekuatan koalisi baru dalam perang melawan Irak dan berhasil menggulingkan rezim Saddam Hussein.

Mantan pemimpin Irak itu ditangkap pada Desember 2003 setelah beberapa bulan bersembunyi. Dia diadili oleh pengadilan Irak yang menjatuhkan hukuman mati kepadanya. Hussein dieksekusi pada 30 Desember 2006.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

REPUBLIKA TV

Republika.co.id

Jumat , 17 Agustus 2018, 09:58 WIB