Selasa, 5 Syawwal 1439 / 19 Juni 2018

Selasa, 5 Syawwal 1439 / 19 Juni 2018

AS Desak Qatar dan Empat Negara Teluk Akhiri Krisis

Rabu 31 Januari 2018 09:54 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Budi Raharjo

Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson

Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson

Foto: REUTERS/Yuri Gripas
Semua pihak diminta menahan diri guna hindari eskalasi konflik.

REPUBLIKA.CO.ID,WASHINGTON -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Rex Tillerson mendesak Qatar dan empat negara Teluk Arab, yakni Arab Saudi, Bahrain, Mesir, dan Uni Emirat Arab, segera mengakhiri perselisihan. Menurutnya, krisis yang telah terjadi sejak pertengahan tahun lalu tidak hanya memiliki dampak negatif bagi negara-negara terkait, tapi juga AS.

"Perselisihan ini memiliki konsekuensi negatif langsung secara ekonomi dan militer bagi mereka yang terlibat, termasuk AS," kata Tillerson dalam putaran perdana Dialog Strategis Qatar-AS di Washington, seperti dikutip laman Anadolu Agency, Rabu (31/1).

Tillerson menilai, sangat penting bagi semua pihak yang terlibat perselisihan untuk menekan retorika dan menahan diri guna menghindari eskalasi lebih lanjut, kemudian bekerja menuju sebuah resolusi. "Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) bersatu memperkuat keefektifan kita dibanyak bidang, terutama mengenai perang melawan terorisme, menumpas ISIS, dan melawan pengaruh jahat Iran," kata Tillerson memperingatkan pentingnya persatuan di Teluk Arab.

Menteri Luar Negeri Qatar SheikhMohammed bin Abdulrahman al-Thani mengucapkan terima kasih kepada AS karena telah mengambil posisi yang adil terkait krisis di Teluk. Menurutnya blokade dan embargo yang diberlakukan empat negara Teluk terhadap Qatar merupakan sebuah tindakan ilegal.

Blokade ini mengganggu upaya bersama dalam memberikan stabilitas bagi kawasan ini. "Qatar dan AS berkomitmen untukmemberikan keadilan bagi warga negara kita," ujar al-Thani.

Pada Juni 2017, Arab Saudi, Mesir, Bahrain, dan Uni Emirat Arab memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar dan memblokade seluruh akses dari dan menuju negara tersebut. Hal itu dilakukan karena keempat negara menuduh Qatar menjadi pendukung dan penyokong kelompok ekstremis dan teroris di Teluk. Tuduhan tersebut segera dibantah oleh Doha.

Belakangan negara-negara Teluk mengajukan 13 tuntutan kepada Qatar. Tuntutan tersebut harus dipenuhi bila Qatar ingin terbebas dari blokade dan embargo. Namun Qatar telah menyatakan bahwa poin-poin dalam tuntutan tersebut tidak realistis dan mustahil dipenuhi.

Adapun tuntutan tersebut antara lain meminta Qatar memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran, menghentikan pendanaan terhadap kelompok teroris, dan menutup media penyiaran Aljazirah.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES