Friday, 6 Zulhijjah 1439 / 17 August 2018

Friday, 6 Zulhijjah 1439 / 17 August 2018

Rudal Suriah Lukai 37 Orang di Turki

Senin 22 January 2018 00:55 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Andri Saubani

Seorang warga membersihkan pecahan kaca setelah serangan roket di Kota Kilis, Turki, Ahad (21/1).

Seorang warga membersihkan pecahan kaca setelah serangan roket di Kota Kilis, Turki, Ahad (21/1).

Foto: AP Photo/Lefteris Pitarakis
Serangan tersebut terjadi sehari setelah Turki meluncurkan Operation Olive Branch.

REPUBLIKA.CO.ID, HATAY -- Sebanyak 37 orang terluka dalam serangan rudal lintas batas di Turki selatan pada Ahad (21/1). Tiga roket yang ditembakkan dari seberang perbatasan mendarat di distrik Reyhanli di provinsi selatan Hatay, Turki.

"37 orang terluka oleh rudal yang diluncurkan dari Suriah, 31 dari mereka dipulangkan setelah perawatan rawat jalan, sementara empat orang terluka parah," kata Gubernur Hatay Erdal Ata kepada wartawan setelah mengunjungi orang-orang yang terluka tersebut seperti dikutip Anadolu Agency pada Ahad (21/1).

Salah satu rudal menghantam sebuah rumah di Jalan Rifat Bahadirli, Reyhanli dan yang lainnya menabrak tempat kerja di Jalan Cumhuriyet. Pada saat yang sama, rudal lain juga jatuh di Jalan Sokmen Sokfur, Hatay. Kemudian, rudal susulan lain juga menabrak atap sebuah apartemen empat lantai.

Brigade kebakaran, pasukan keamanan dan tim kepresidenan Manajemen Darurat dan Bencana (AFAD) dikirim ke daerah tersebut. Sejumlah bangunan dan kendaraan rusak dalam serangan tersebut.

Serangan tersebut terjadi sehari setelah Turki meluncurkan Operation Olive Branch untuk memindahkan kelompok teror PKK / KCK / PYD-YPG dan Daesh dari wilayah barat laut Afrin, Suriah.

Operasi tersebut dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak pembelaan diri berdasarkan piagam PBB dan penghormatan terhadap integritas teritorial Suriah. Militer juga mengatakan bahwa hanya target teroris yang dihancurkan dan sangat diprioritaskan untuk tidak membahayakan warga sipil manapun.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

REPUBLIKA TV

Republika.co.id

Jumat , 17 August 2018, 09:58 WIB