Wednesday, 4 Zulhijjah 1439 / 15 August 2018

Wednesday, 4 Zulhijjah 1439 / 15 August 2018

Pembunuhan dan Pemerkosaan Zainab Picu Kemarahan di Pakistan

Jumat 12 January 2018 16:40 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Kasus pemerkosaan (ilustrasi)

Kasus pemerkosaan (ilustrasi)

Foto: wonderslist.com

REPUBLIKA.CO.ID, KARACHI -- Pemerkosaan dan pembunuhan seorang bocah perempuan di Pakistan memicu seruan #KeadilanuntukZainab di seluruh dunia. Gerakan itu muncul di tengah kemarahan karena serangkaian kejahatan seks terhadap anak-anak belum terselesaikan di negara tersebut.

Polisi menemukan mayat Zainab Ansari, yang berusia sekitar 7 tahun, pada Selasa di tempat pembuangan sampah di kota Kasur di Pakistan timur, empat hari setelah ia dilaporkan hilang.

Peraih Nobel Perdamaian Malala Yousafzai dan atlet kriket, yang menjadi politisi, Imran Khan termasuk di antara pesohor menggunakan tanda pagar itu, yang sedang tenar di Twitter.

"Itu harus dihentikan," kicau Yousafzai, juru kampanye lantang untuk hak perempuan di tanah airnya, yang "berduka", "Pihak berwenang harus mengambil tindakan."

Jajak pendapat Thomson Reuters pada 2011 menemukan Pakistan menjadi negara paling berbahaya ketiga di dunia bagi wanita, karena serangan asam, pernikahan anak-anak dan hukuman dengan rajam. "Zainab Ansari adalah bocah perempuan ke-12 yang diculik, diperkosa dan dibunuh di distrik Kasur," kata polisi.

"Ini bukan pertama kalinya tindakan mengerikan tersebut terjadi," kata Khan. "Kita harus bertindak cepat untuk menghukum yang bersalah dan memastikan anak-anak kita terlindungi dengan lebih baik."

Dua warga tewas pada Rabu saat petugas melepaskan tembakan untuk membubarkan kerumunan orang yang menyerang sebuah kantor polisi di Kasur. Polisi menyangkal bahwa mereka terlalu lemah dalam menyelidiki penculikan anak-anak di kota tersebut.

Aktris Mahira Khan dan Sanam Saeed termasuk di antara mereka yang berdemonstrasi di Karachi, kota terbesar di Pakistan, Kamis. "Kita perlu mulai membicarakan pelecehan seksual secara terbuka," kata Khan, salah satu aktris paling populer di Pakistan.

"Kita perlu memasukkannya ke dalam kurikulum sekolah kita. Kesadaran adalah kunci. Mengaitkan pelecehan dan pemerkosaan dengan rasa malu adalah alasan mengapa banyak sekali serangan tidak pernah terlaporkan, berhentilah dengan rasa malu," katanya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Obor Asian Games 2018 Tiba di Jakarta

Rabu , 15 August 2018, 13:24 WIB