Friday, 12 Rajab 1444 / 03 February 2023

Warga Sipil Jadi Korban dalam Serangan Saudi di Yaman

Rabu 27 Dec 2017 06:21 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Reiny Dwinanda

Koalisi yang dipimpin oleh Saudi telah melakukan serangan udara reguler di daerah yang dikuasai Houthi sebagai bagian dari kampanye untuk memulihkan pemerintah Yaman yang diakui PBB.

Koalisi yang dipimpin oleh Saudi telah melakukan serangan udara reguler di daerah yang dikuasai Houthi sebagai bagian dari kampanye untuk memulihkan pemerintah Yaman yang diakui PBB.

Foto: EPA/STR

REPUBLIKA.CO.ID, YAMAN -- Sedikitnya 20 orang dilaporkan terbunuh dan puluhan lainnya terluka dalam serangkaian serangan udara pimpinan Saudi di sebuah pasar di Yaman barat daya.

Dilansir dari Al Jazirah, serangan koalisi hari Selasa menyerang Souk al-Shahra, sebuah pasar yang populer di daerah pemberontak Houthi di provinsi Taiz, sekitar 200 km barat daya Ibu Kota, Sanaa.

Insiden itu dikabarkan menewaskan sedikitnya 13 warga sipil dan 17 lainnya cedera. Salah satu sumber lain juga menambahkan setidaknya 10 milisi juga termasuk di antara korban tewas. 

Sumber berikutnya mengatakan bahwa bagian tubuh manusia terlempar ratusan meter dari lokasi ledakan. Kerabat sejumlah korban sampai tidak dapat mengidentifikasi jasad yang tersisa.

Koalisi yang dipimpin oleh Saudi telah melakukan serangan udara reguler di daerah yang dikuasai Houthi sebagai bagian dari kampanye untuk memulihkan pemerintah Yaman yang diakui PBB.

Serangan hari Selasa terjadi saat pasukan Yaman yang didukung oleh koalisi berusaha untuk merebut desa terdekat al-Haima.

PBB mengatakan bahwa lebih dari 60.000 orang telah terbunuh atau terluka dalam konflik yang membuat lebih dari tiga juta orang mengungsi.

Negara ini juga menghadapi wabah kolera yang mematikan. Perang telah menewaskan sekitar 2.000 orang dan memengaruhi kehidupan lebih dari satu juta orang sejak April.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA