Sunday, 9 Zulqaidah 1439 / 22 July 2018

Sunday, 9 Zulqaidah 1439 / 22 July 2018

Iran Tolak Kapal Bantuan Kemanusiaan Diperiksa Koalisi Arab

Kamis 14 May 2015 04:30 WIB

Rep: c37/ Red: Taufik Rachman

Kondisi wilayah di Sanaa, Yaman, akibat perang antara milisi Houthi dan pendukung Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi.

Kondisi wilayah di Sanaa, Yaman, akibat perang antara milisi Houthi dan pendukung Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi.

Foto: Reuters

REPUBLIKA.CO.ID,TEHERAN -- Iran mengeluh kepada Dewan Keamanan PBB karena terhambatanya upaya untuk mengirim bantuan ke Yaman.

Kebuntuan terjadi pada Rabu (13/5) saat kapal kargo Iran yang berisi bantuan kemanusiaan dikawal oleh militer ketika menuju Semenanjung Arab. Namun kapalitu harus menjalani pemeriksaan oleh koalisi Arab. Pemeriksaan merupakan upaya untuk menghentikan penyelundupan senjata.

Dilansir dari Reuters, Iran mengatakan pada hari Rabu (13/5) tidak akan mengizinkan pasukan koalisi untuk memeriksa pengiriman bantuan kemanusiaan yang dikawal oleh kapal perang Iran. Arab Saudi menuduh Teheran mempersenjatai Houthi, yang disangkal oleh Iran.

"Iran telah berusaha dengan segala cara untuk meringankan penderitaan rakyat Yaman yang terkena dampak. Upaya yang sebagian besar telah digagalkan oleh pasukan koalisi,"kata Gholamali Khoshroo Duta PBB Iran dalam surat kepada Dewan Keamanan yang dikirim pada Selasa.

"Memang, kehancuran infrastruktur transportasi Yaman oleh pasukan koalisi telah berdampak negatif terhadap pengiriman bantuan kemanusiaan," tulisnya.

Lima hari gencatan senjata yang dimulai pada hari Selasa untuk pengiriman bantuan ke Yaman tampaknya menjadi terhambat. PBB mengatakan sekitar 12 juta orang di negara miskin yang dilanda perang tersebut butuh bantuan.

Amerika Serikat telah mendesak Teheran untuk mengarahkan kapal ke Djibouti, dimana PBB mengkoordinasikan pendistribusian bantuan. Kantor berita negara Iran, IRNA mengatakan kapal berangkat pada Senin ke pelabuhan Yaman yang dipegang oleh Houthi.

Dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari Reuters, Selasa (12/5), Dewan Keamanan PBB meminta semua pihak untuk menghormati jeda kemanusiaan yang akan berlangsung selama lima hari tersebut.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES