Minggu, 13 Syawwal 1440 / 16 Juni 2019

Minggu, 13 Syawwal 1440 / 16 Juni 2019

Setelah Kobani, Pasukan Kurdi Sasar Kota ISIS di Raqqa

Selasa 10 Feb 2015 14:30 WIB

Red: Julkifli Marbun

ISIS di Raqqa, Suriah

ISIS di Raqqa, Suriah

Foto: Reuters/Stringer

REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT -- Pasukan Kurdi Suriah telah menetapkan target untuk mengambil alih kembali kota strategis lain di perbatasan dengan Turki, Tal Abyad, dari kelompok Negara Islam (IS/ISIS) setelah berhasil merebut kembali Kobani, demikian menurut kelompok pemantau, Senin (Selasa WIB).

Tal Abyad, yang terletak sekitar 65 kilometer (40 mil) timur dari Kobani, adalah sebuah kota Arab dan Kurdi di Provinsi Raqqa, Suriah, yang digunakan oleh kelompok Negara Islam untuk menyeberang ke Turki.

Gerilyawan Sunni IS menguasai Tal Abyad dari para petempur Kurdi dan pemberontak yang telah berjuang untuk menggulingkan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad sejak 2011.

Setelah empat bulan pertempuran sengit, pasukan Kurdi dan pemberontak merebut kembali Kobani pada Januari lalu, dan sejak itu mereka juga telah merebut kembali sepertiga dari desa-desa di daerah itu, menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.

"Pertempuran berikutnya setelah Kobani adalah Tal Abyad," kata Rami Abdel Rahman, direktur kelompok pemantau yang berbasis di Inggris itu.

"Pasukan Kurdi dan brigade revolusioner Raqqa tiba pada Senin di tepi Provinsi Raqqa."

Seorang aktivis di Raqqa mengatakan pertempuran untuk merebut desa-desa di sekitar Tal Abyad sudah dimulai dan memaksa warga untuk mengungsi melintasi perbatasan ke Turki.

"Tal Abyad sangat penting untuk IS yang telah menggali terowongan di daerah itu dan membangun benteng di pinggiran kota," kata aktivis yang mengidentifikasi dirinya sebagai Nael Mustafa.

"Pertempuran akan memakan waktu yang lama, tapi itu sebuah awal."

Pada sisi lain, lebih jauh ke barat di Provinsi Aleppo, "IS mengirim bala bantuan untuk melindungi bentengnya di Minbej dan Jarabulus yang juga bisa menjadi sasaran bagi para pejuang Kurdi," kata Abdel Rahman.

IS telah mengambil keuntungan dari perang sipil Suriah dan ketidakstabilan di Irak untuk merebut sebagian wilayah di kedua negara itu, tempat kelompok itu telah melakukan kekejaman yang dikecam Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.

Sebuah koalisi pimpinan Amerika Serikat yang meliputi negara-negara Barat dan Arab lainnya, telah menarget posisi IS dengan serangan udara sejak September lalu.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA