Sunday, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Sunday, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Saudi-Qatar Ingatkan Mursi tak Dekati Iran

Kamis 01 Nov 2012 21:02 WIB

Red: Djibril Muhammad

Presiden Mesir, Muhammad Mursi dan Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad.

Presiden Mesir, Muhammad Mursi dan Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN - Seorang diplomat Barat di Mesir mengatakan, AS, Israel, Arab Saudi dan Qatar meningkatkan tekanannya kepada Presiden Mesir Muhammad Mursi untuk menghindari hubungan diplomatik dengan Iran.

"Washington mendesak tim pembantu Presiden Morsi untuk menghentikan pembicaraan hubungan diplomatik antara Teheran dan Kairo," ujar sumber diplomatik Barat yang dikutip Radio Norwegia, Selasa (30/10).

Menurut Austin, Deputi Presiden Mursi dan pembantunya telah meyakinkan AS bahwa mereka akan menunda kembali pembicaraan hubungan diplomatik dengan Tehran. "AS, Israel, Qatar dan Arab Saudi menyesalkan adanya upaya-upaya normalisasi hubungan diplomatik antara Iran dan Mesir," kata diplomat Barat itu.

Sumber-sumber media mengatakan, AS dan Israel baru-baru ini menggunakan sekutu Arab mereka untuk menekan Kairo terkait hal ini, dan menambahkan, Israel dan AS menyebarkan Iranophobia dan Syiahphobia di kalangan warga Mesir dan membangkitkan sentimen terhadap Syiah di negara Arab, Sunni-mayoritas.

Menurut laporan diplomat itu, pasukan keamanan Mesir sekarang ini lebih sensitif terhadap turis Syiah di Mesir. 

Instruksi terbaru yang diberikan kepada karyawan Bandara Internasional Kairo menunjukkan, mereka telah diperintahkan untuk tidak menerima wisatawan Syiah Irak menuju Mesir.

Pada Awal bulan ini misalnya, Sekretaris Jenderal The World Forum for Proximity of Islamic Schools of Thought Ayatollah Mohsen Araki, dalam pertemuan dengan Komunitas Al-Azhar Mesir, Syeikh Ahmed al-Tayyeb memperingatkan musuh berupaya menabur perselisihan di kalangan umat Islam, dan ini merupakan tantangan terbesar yang mengancam dunia Islam saat ini.

Setelah runtuhnya rezim Hosni Mubarak, para pejabat Iran dan Mesir menyuarakan kepentingan mereka dan memulai menjalin hubungan diplomatik antara kedua negara. 

Sebelumnya diberitakan, Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi secara resmi mengundang mitranya dari Mesir, Nabil Al-Arabi untuk berkunjung ke Tehran.

Dalam perkembangan terakhir, Presiden Mursi dalam pertemuan dengan Salehi di Kairo pada September mengatakan, Iran memainkan peran penting dalam menyelesaikan krisis regional, dan menggarisbawahi, Tehran dan Kairo harus bersatu dalam menghadapi tantangan global.

"Ketika para pengikut ketidakbenaran bisa bersatu dalam jalan yang tidak benar, mengapa kita tidak bisa bersatu dalam posisi yang benar ketika kita berhadapan dengan tantangan global," kata Mursi.

Mursi juga mengasumsikan bahwa stabilitas Iran adalah stabilitas Mesir, "Tidak ada masalah antara Iran dan Mesir," kata Mursi. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA