Minggu, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 Desember 2019

Minggu, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 Desember 2019

Astagfirullah Makam Sufi Libya Dihancurkan

Senin 27 Agu 2012 08:48 WIB

Rep: Ani Nursalikah / Red: M Irwan Ariefyanto

Masjid Sha'ab yang DIhancurkan Kelompok Bersenjata di Tripoli

Masjid Sha'ab yang DIhancurkan Kelompok Bersenjata di Tripoli

Foto: jordantimes

REPUBLIKA.CO.ID,TRIPOLI -- Kelompok bersenjata meratakan sebuah masjid yang di dalamnya terdapat makam para Muslim Sufi di pusat Kota Tripoli, Libya, Sabtu (25/8). Kejadian yang terjadi di siang hari tersebut merupakan salah satu serangan sektarian terbuka terbesar sejak rezim Muammar Qadafi terguling.

Pejabat pemerintah mengecam aksi penghancuran Masjid Sha'ab dan menuding kelompok bersenjata melakukan tindakan yang anti-Islam. Penyerangan terhadap situs Sufi itu adalah yang kedua kalinya dalam dua hari.

Pelaku diduga merupakan kelompok yang menolak pemberhalaan terhadap makam. Mereka juga merusak dan membakar perpustakaan masjid di Kota Zlitan, Jumat.

Akibat masalah ini, Presiden Libya yang baru dipilih oleh Kongres Nasional Mohamed al-Magariaf memanggil perdana menteri untuk menghadiri pertemuan darurat, Ahad (26/8). "Hal yang sangat disesalkan dan patut dicurigai adalah beberapa orang yang seharusnya menjadi pasukan pengamanan justru ambil bagian dalam kegiatan penghancuran tersebut," ujar Magariaf kepada wartawan, Sabtu malam.

Dia tidak menjelaskan lebih perinci mengenai peran serta pasukan keamanan. Di dalam masjid, tampak kuburan yang sudah hancur di antara reruntuhan. "Pasukan militer dalam jumlah besar membawa senjata sedang dan berat. Mereka tiba di masjid untuk menghancurkannya karena menurut mereka makam tersebut adalah bagian dari praktik anti-Islam," kata seorang pejabat yang menolak namanya disebut.

Pria tersebut juga mengatakan pihak berwenang telah berusaha menghentikan mereka. Namun, setelah sempat bentrok kecil, polisi memutuskan mengisolasi area tersebut dan membiarkan tindakan kelompok bersenjata menghancurkannya. Hal itu dilakukan untuk mencegah kekerasan meluas.

Dewan Militer Zlitan, Omar Ali, mengatakan anggota Islam Konservatif memanfaatkan situasi saat polisi sedang meredakan bentrokan. "Mereka lalu menghancurkan bangunan makam itu," ujarnya.

Di dalam Masjid Sha'ab terdapat makam 50 sufi. Di luarnya juga ada kuburan tokoh Sufi Libya Abdullah al-Sha'ab dan pejuang Libya yang bertempur melawan kolonialis. Juru Bicara Dewan Tertinggi Keamanan Libya (SSC), Abdel Moneim al-Hurr, mengecam tindakan tersebut.

Pemimpin Libya terus berusaha mengendalikan kelompok bersenjata yang ingin menguasai Libya sejak Qadafi dilengserkan setahun yang lalu.

Salah satu yang menjadi masalah, yakni konflik antara pendukung tradisi sufi dan mereka penganut Islam Konservatif. Anggota Islam Konservatif ini menolak berbagai macam bentuk pemberhalaan, termasuk pembangunan kuil atau makam untuk menghormati salah satu tokoh.

Mereka juga menolak tradisi menari. Tidak hanya di Libya, mereka juga mengincar sejumlah bangunan yang dianggap berhala, seperti di Mesir dan Mali. Di Libya, kelompok Islam Konservatif ini memiliki brigade bersenjata.

Ulama sufi yang juga penjaga lokasi ziarah di Zlitan, Mohammed Salem, mengatakan pemerintah mendapatkan tekanan politik yang cukup kuat dari kelompok Islam Konservatif.

Dalam sebuah laman Facebook tertulis sebuah ucapan selamat dari pendukung penghancuran makam tersebut. "Bersama untuk Penghapusan Tempat Ziarah Abdul Salam al-Samar." Sebuah simbol terbesar penyembahan berhala di Libya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA