Selasa, 23 Safar 1441 / 22 Oktober 2019

Selasa, 23 Safar 1441 / 22 Oktober 2019

Sejarah Hari Ini: Kebocoran Terburuk Reaktor Nuklir AS

Kamis 28 Mar 2019 18:06 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini

Reaktor Nuklir Nebraska, Amerika Serikat

Reaktor Nuklir Nebraska, Amerika Serikat

Foto: Reuters
Pada 28 Maret 1979, AS mengalami kebocoran reaktor nuklir.

REPUBLIKA.CO.ID, MILE -- Pada pukul 04.00 pagi 28 Maret 1979 silam kecelakaan terburuk dalam sejarah industri tenaga nuklir Amerika Serikat (AS) dimulai ketika katup tekanan reaktor Unit-2 di Three Mile Island gagal ditutup. Air pendingin, yang terkontaminasi oleh radiasi, mengalir dari katup terbuka ke gedung-gedung yang bersebelahan, dan menyebabkan inti terlalu panas. Kebocoran itu membuat geger seluruh AS.

Kecelakaan tersebut terjadi di pembangkit nuklir Three Mile Island atau sekitar 16 kilometer di tenggara ibu kota negara bagian Harrisburg. Beberapa dari 500 pekerja pabrik dikhawatirkan telah terkontaminasi. Pihak berwenang pun menyatakan insiden itu sebagai darurat umum, meski tidak memberitahu publik sampai lima jam setelah gas keluar pada pukul 04.00 waktu setempat.

Direktur Organisasi Pertahanan Sipil Kabupaten (CCDO) Les Jackson mengatakan, pihaknya telah menyusun rencana evakuasi, meski penduduk di dekat sumber kebocoran belum dipindahkan. Ia menggambarkan pemandangan di pembangkit listrik besar di Sungai Susquehanna sebagai "rumah yang kacau".

"Ada banyak sekali radiasi di gedung reaktor," ujar Juru Bicara Komisi Pengaturan Nuklir Amerika Serikat (USNRC) Joe Fouchard dilansir BBC History, Kamis.

Seorang juru bicara Metropolitan Edison, salah satu perusahaan yang menjalankan Three Mile Island mengatakan, reaktor nuklir secara otomatis ditutup setelah kerusakan. Menurut laporan Pemerintah AS radiasi telah terdeteksi satu mil jauhnya. Meski demikian, cuaca yang tenang telah membantu menahan penyebaran asap berbahaya.

Salah satu insinyur nuklir di Departemen Perlindungan Lingkungan Pennsylvania, William Dornsife, mengatakan, terdapat sangat sedikit angin pagi kala itu, sehingga radioaktivitas seharusnya tidak terlalu jauh. "Pelepasan kecil apa pun di sana akan terbatas pada daerah setempat," kata dia.

Status darurat kala itu masih tetap dinyatakan hingga ada penyelidikan menyeluruh oleh tim-tim yang mengenakan pakaian anti-radiasi. Industri nuklir pun telah mengalami peningkatan pengawasan di AS. Lima pabrik ditutup dua minggu lalu karena kekhawatiran dampak gempa bumi pada menara pendingin.


Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA