Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sejarah Hari Ini: Liga Arab Berdiri

Jumat 22 Mar 2019 07:52 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Ani Nursalikah

Bendera negara-negara peserta Liga Arab

Bendera negara-negara peserta Liga Arab

Liga Arab dibentuk untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Arab.

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Pada 22 Maret 1945, perwakilan dari negara-negara seperti Mesir, Suriah, Lebanon, Transjordan, Arab Saudi, Irak, dan Yaman bertemu di Kairo untuk mendirikan Liga Arab. Liga Arab didirikan sebagai bentuk organisasi regional negara-negara Arab.

History mencatat Liga Arab dibentuk untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Arab. Selain itu guna menyelesaikan perselisihan di antara para anggotanya, dan mengoordinasikan tujuan-tujuan politik. Para anggota Liga Arab membentuk sebuah dewan, dengan setiap negara bagian menerima satu suara.

Ketika Israel dibentuk pada 1948, negara-negara liga bersama-sama menyerang namun diusir oleh Israel. Dua tahun kemudian, negara-negara Liga Arab menandatangani perjanjian pertahanan timbal balik. Sebanyak 15 negara Arab akhirnya bergabung dengan organisasi, yang mendirikan pasar bersama pada tahun 1965.

Negara-negara anggota Liga Arab mencakup lebih dari 13 juta kilometer persegi (lima juta mil persegi) dan melompati dua benua: Afrika dan Asia. Daerah ini sebagian besar terdiri dari gurun kering, seperti Sahara.

Namun demikian, juga berisi beberapa tanah yang sangat subur seperti Lembah Nil, Lembah Jubba dan Lembah Shebelle di Tanduk Afrika, Pegunungan Atlas di Maghreb, dan Bulan Sabit Subur yang membentang di atas Mesopotamia dan Levant. Daerah tersebut terdiri dari hutan lebat di Arabia selatan dan bagian dari sungai terpanjang di dunia, Sungai Nil.

Awalnya, pada 1945, Liga Arab hanya ada enam anggota. Hingga kini, Liga Arab memiliki 22 anggota, termasuk tiga negara Afrika di antara yang terbesar berdasarkan wilayah (Sudan, Aljazair dan Libya) dan negara terbesar di Timur Tengah, (Arab Saudi).

Lima negara memiliki status pengamat yang memberikan hak mereka untuk menyampaikan pendapat dan memberikan nasihat, meski menolak hak memilih. Sebanyak 22 negara itu antara lain; Aljazair, Bahrain, Komoro, Djibouti, Mesir, Irak, Jordan, Kuwait, Libanon, Libya, Mauritania, Maroko, Oman, Palestina, Qatar, Arab Saudi, Somalia, Sudan, Suriah, Tunisia, Uni Emirat Arab, dan Yaman. Sementara lima negara pengamat yakni Brasil, Eritrea, India, Venezuela, dan Armenia.

Libya ditangguhkan pada 22 Februari 2011, setelah dimulainya Perang Saudara Libya. Suriah juga ditangguhkan pada 16 November 2011. Pada 6 Maret 2013, Liga Arab memberikan kursi Koalisi Nasional Suriah di Liga Arab. Pada 9 Maret 2014, Sekretaris Jenderal Nabil al-Arabisaid mengatakan kursi Suriah akan tetap kosong sampai oposisi menyelesaikan pembentukan lembaganya.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA