Wednesday, 12 Rabiul Akhir 1440 / 19 December 2018

Wednesday, 12 Rabiul Akhir 1440 / 19 December 2018

Pasukan Uni Soviet Tinggalkan Kabul

Senin 05 Feb 2018 09:45 WIB

Rep: Marniati/ Red: Ani Nursalikah

Tentara Red Army menunggu di depan pesawat mereka sebelum meninggalkan Kabul, Afghanistan menuju Uni Soviet di bandara Kabul, 13 Februari 1989.

Tentara Red Army menunggu di depan pesawat mereka sebelum meninggalkan Kabul, Afghanistan menuju Uni Soviet di bandara Kabul, 13 Februari 1989.

Foto: Pinterest
Satu dekade intervensi militer Soviet berakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Pasukan Rusia terakhir menarik diri dari Ibu Kota Afghanistan, Kabul pada 5 Februari 1989. Langkah penting ini menandakan berakhirnya intervensi militer Uni Soviet yang hampir satu dekade di Afghanistan. Kurang dari dua pekan kemudian, semua tentara Soviet meninggalkan Afghanistan.

Dilansir di The History, Senin (5/2), Angkatan bersenjata Soviet memasuki Afghanistan pada Desember 1979 untuk mendukung pemerintah komunis pro-Soviet negara tersebut dalam pertempuran dengan pemberontak Muslim. Segera, Uni Soviet mendapati dirinya terperosok dalam konflik yang semakin meningkat.

Pemberontak Afghanistan menghadapi perlawanan yang tidak terduga terhadap intervensi Rusia tersebut. Ribuan tentara Soviet yang melakukan pertempuran berhasil mengakhiri perlawanan Afghanistan.

Pada saat Soviet mulai menarik diri pada awal 1989, lebih dari 13 ribu tentara Rusia tewas dan lebih dari 22 ribu lainnya terluka. Uni Soviet juga mengalami respons diplomatik yang sangat negatif dari Amerika Serikat. Presiden AS Jimmy Carter menunda perundingan senjata, meminta sanksi ekonomi dan mendesak pemboikotan Amerika terhadap Olimpiade 1980 di Moskow.

photo

Pasukan Uni Soviet. (US News & World Report)

Pada 1988, pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev memutuskan tenaga kerja dan keuangan yang dipaksakan oleh Afghanistan tidak dapat diterima dan mengindikasikan pasukan Soviet akan segera memulai penarikan. Uni Soviet berada di tengah ketidakstabilan politik dan ekonomi internal yang luar biasa pada saat itu, dan tindakan Gorbachev dalam hal Afghanistan adalah indikasi lain kekuatan Soviet semakin berkurang.

Dalam waktu kurang dari tiga tahun, Gorbachev mengundurkan diri dan Uni Soviet berakhir. Bagi Afghanistan, penarikan Soviet tidak berarti mengakhiri peperangan.

Pemberontak Afghanistan, yang telah dipersenjatai oleh bantuan AS mengalihkan perhatian mereka ke saingan politik dan agama di negara tersebut. Perang saudara terus bergejolak di Afghanistan.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES