Monday, 9 Zulhijjah 1439 / 20 August 2018

Monday, 9 Zulhijjah 1439 / 20 August 2018

Sejarah Hari Ini: 'Minggu Berdarah' Tsar Bantai Warga Rusia

Senin 22 January 2018 09:49 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah

Tsar Nicolas II.

Tsar Nicolas II.

Foto: Youtube
Rakyat tak puas dengan kekalahan Rusia atas Jepang.

REPUBLIKA.CO.ID, Hari ini, pada 1905, Kaisar Rusia Tsar Nicholas II membantai sekitar 500 warganya yang melakukan demonstrasi dan protes di Istana Musim Dingin di St. Petersburg. Kejadian ini dikenal dengan sebutan "Bloody Sunday" atau "Minggu Berdarah".

Pada Januari 1905, ketidakpuasan terhadap rezim Tsar Nicholas II merasuki hampir semua kelas masyarakat di Rusia. Ia, yang naik takhta pada tahun 1894, dikenal korup dan tak segan untuk menindas rakyatnya.

 

Saat itu rakyat pun tak puas atas kekalahan negaranya dalam peperangan melawan Jepang pada 2 Januari 1905. Kala itu Jepang berhasil menghantam dan menghancurkan angkatan laut Rusia di Port Arthur.

 

Akibat kungkungan yang kian mencekik, pada 22 Januari 1905, seorang pastor radikal Georgy Apollonovich Gapon memimpin ratusan orang Rusia berdemonstrasi dan menyuarakan protes terhadap Tsar Nicholas II di Istana Musim Dingin di St. Petersburg. Mereka pun mengutarakan beberapa tuntutan terhadap Tsar.

 

Namun, alih-alih didengarkan, Gapon dan ratusan orang yang terlibat dalam aksi tersebut justru diberondong tembakan oleh pasukan kekaisaran. Sedikitnya 500 orang tewas dan ratusan lainnya terluka akibat berondongan tembakan.

 

Kebiadaban pasukan kekaisaran akhirnya memicu gelombang demonstrasi dan kerusuhan yang kian masif di seluruh Rusia. Rakyat menyatakan kecamannya atas pembantaian di Istana Musim Dingin.

 

Pada Oktober 1905, Tsar Nicholas II yang digencet dari semua sisi, dipaksa untuk memberikan kebebasan sipil dasar dan badan perwakilan nasional yang anggotanya dipilih oleh hak pilih terbatas.

 

Namun, badan perwakilan nasional yang dikenal dengan nama Duma ini dibubarkan setelah menentang kewenangan Nicholas. Sisa-sisa gerakan revolusioner pun kemudian secara brutal ditumpas oleh Nicholas.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES