Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Kim Jong-un Minta AS Ubah Sikap untuk Denuklirisasi Korut

Sabtu 13 Apr 2019 11:50 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Nur Aini

Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un bertemu di Vietnam, Rabu (27/2).

Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un bertemu di Vietnam, Rabu (27/2).

Foto: AP
Kim Jong-un menilai sikap AS membuat Korut tidak tertarik perundingan denuklirisasi

REPUBLIKA.CO.ID, PYONGYANG -- Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un mengatakan Amerika Serikat (AS) harus segera mengubah sikap atas pembicaraan nuklir yang dilakukan kedua negara. Ia menekankan, sikap itu  harus ditunjukkan dalam pembicaraan yang rencananya kembali digelar untuk ketiga kalinya antara Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump pada akhir tahun ini. 

Baca Juga

Kim Jong-un memberi pernyataan tentang sikap AS ini dalam sebuah pidato pada Jumat (12/4). Pernyataan itu datang beberapa jam setelah Trump mengadakan pertemuan dengan Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in di Ibu Kota Washington, AS yang membahas mengenai pentingnya perundingan nuklir dengan Korut dilakukan kembali. 

"Kami menyadari pentingnya penyelesaian masalah melalui dialog dan negosiasi, namun dengan 'gaya' AS berdialog yang secara sepihak mendorong tuntutan mereka, tidak sesuai dengan kami, membuat kami tidak tertarik," ujar Kim Jong-un dalam pidato tersebut dilansir Telegraph, Sabtu (13/4). 

Kim Jong-un telah menyalahkan tidak tercapainya kesepakatan dalam pertemuan puncak antara dirinya dan Trump pada Februari lalu adalah karena tuntutan sepihak oleh AS. Ia mempertanyakan apakah sebenarnya Washington memiliki kemauan tulus untuk memperbaiki hubungan dua negara, meski menekankan bahwa secara pribadi tak ada masalah antara dirinya dan Trump. 

AS mengatakan dalam pertemuan puncak kedua antara Trump dan Kim Jong-un di Ibu Kota Hanoi, Vietnam tidak tercapai kesepakatan karena tuntutan Korut yang berlebihan untuk mengurangi sanksi internasional terhadap negara itu. Sebelumnya, dalam pertemuan pertama di Singapura, Trump dan Kim Jong-un tidak mengeluarkan pernyataan jelas tentang denuklirisasi Semenanjung Korea, termasuk kapan dan bagaimana hal itu akan terjadi. 

Kim Jong-un dalam pernyataan terbarunya mengatakan bahwa AS telah menolak untuk menarik kebijakan yang dianggap bertentangan dengan Korut. Ia menekankan bahwa ada penilaian yang keliru, bahwa negara yang terisolasi itu akan menyerah dengan tekanan. 

"Jika AS mendekati kami dengan cara yang tepat untuk menawarkan pertemuan ketiga kalinya dengan Korut, dengan syarat dipastikan kami dapat menemukan solusi yang bisa diterima bersama, tentu saja kami akan bersedia mencobanya kembali," kata Kim Jong-un. 

Kim Jong-un mengatakan Korut akan menunggu hingga akhir tahun ini agar AS dapat mengambil keputusan yang tepat. Dalam pidato tersebut, ia juga meminta Korsel untuk mendukung posisi Korut. 

"Korsel lebih baik mengambil tindakan sebagai bagian dari bangsa Korea dan dengan berani berbicara untuk kepentingan bangsa," kata Kim Jong-un menambahkan.    

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA