Thursday, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Thursday, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Israel Serang Basis Hamas di Gaza

Senin 07 Jan 2019 12:53 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah

Warga melintasi bangunan yang hancur akibat serangan Israel ke Kota Gaza, Rabu (14/11).

Warga melintasi bangunan yang hancur akibat serangan Israel ke Kota Gaza, Rabu (14/11).

Foto: AP/Hatem Moussa
Militer Israel telah mengidentifikasi peluncuran roket dari Gaza yang

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Pesawat dan helikopter tempur Israel menyerang basis militer Hamas di Jalur Gaza, Senin (7/1) pagi waktu setempat. Gempuran dilakukan setelah sejumlah roket dilepaskan dari Gaza ke wilayah Israel.

"Jet tempur dan helikopter angkatan udara menyerang beberapa sasaran teror di sebuah kamp pelatihan Hamas di Jalur Gaza utara," kata militer Israel dalam sebuah pernyataan seperti dikutip laman the Times of Israel.

Israel mengatakan, militer telah mengidentifikasi peluncuran roket dari Gaza yang diarahkan ke wilayah mereka. Serangan itu memicu sirene peringatan di Kota Ashlekon selatan dan wilayah Hof Ashlekon pada Senin dini hari.

Warga di kota tersebut melaporkan mendengar ledakan cukup keras. Namun militer Israel mengklaim serangan roket itu berhasil dicegat Iron Dome. "Israel menuntut Hamas bertanggung jawab atas semua yang terjadi di Jalur Gaza," kata militer. 

Otoritas keamanan Israel menegaskan akan terus melancarkan serangan selama masih ada ancaman dari Gaza.  Mereka bertekad akan membela warga Israel dan bertindak melawan tindakan teroris apa pun dari Jalur Gaza.

Tidak ada laporan tentang jatuhnya korban jiwa akibat serangan terbaru Israel. Namun hal itu semakin memanaskan situasi di Jalur Gaza.

Baca juga, Jet Tempur Israel Tembaki Kompleks Militer Hamas di Gaza.

Pada Desember tahun lalu, Israel dan Hamas terlibat aksi saling balas serangan roket. Hamas meluncurkan ratusan roket ke wilayah Israel dan menyebabkan beberapa warganya terluka.

Israel kemudian membalasnya dengan serangan udara bertubi-tubi ke Gaza. Setelah eskalasi terjadi, kedua belah pihak kemudian menyepakati gencatan senjata. Namun kesepakatan itu menyebabkan Avigdor Lieberman selaku menteri pertahanan Israel mengundurkan diri dari jabatannya.

Lieberman menganggap Pemerintah Israel telah melunak terhadap kelompok-kelompok bersenjata di Gaza. Ia menilai hal itu dapat membahayakan dan mengancam keamanan Israel dan rakyatnya. Mundurnya Lieberman sebagai menteri pertahanan Israel dianggap sebagai sebuah kemenangan oleh Hamas.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA