Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

18 Warga Palestina Terluka Ditembak Tentara Israel

Sabtu 01 Dec 2018 07:20 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Andi Nur Aminah

Warga Palestina menggelar demonstrasi anti-AS sambil membawa rekan mereka yang terluka terkena tembakan militer Israel, Jumat (22/12).

Warga Palestina menggelar demonstrasi anti-AS sambil membawa rekan mereka yang terluka terkena tembakan militer Israel, Jumat (22/12).

Foto: EPA-EFE/MOHAMMED SABER
Warga Palestina di Gaza setiap Jumat melakukan aksi protes sejak Maret lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Warga Palestina di Jalur Gaza melakukan aksi protes setiap Jumat di pagar pembatas Gaza dan Israel. Kementerian Kesehatan Palestina menyampaikan, sebanyak 18 warga Palestina terluka akibat ditembak tentara Israel saat melakukan aksi protes pada Jumat (30/11).

Korban yang terluka terkena peluru tajam ketika ribuan warga Palestina berkumpul di sepanjang pagar yang memisahkan wilayah Gaza dengan Israel. Meski terkena peluru tajam, tidak ada laporan yang mengatakan jiwa mereka terancam.

Warga Palestina di Gaza setiap Jumat melakukan aksi protes sejak Maret lalu. Aksi protes tersebut sebagai bagian dari Great March of Return. Yakni protes menuntut agar para pengungsi Palestina diizinkan untuk kembali ke tanah milik mereka yang ditinggalkan. Sekarang tempat yang mereka tinggalkan tersebut menjadi wilayah Israel.

Middle East Eye pada Jumat (30/11) waktu setempat melaporkan, para pengunjuk rasa protes dan menyeru agar blokade ketat yang dilakukan Israel di wilayah Palestina pesisir segera diakhiri. Mereka juga menuntut hak mereka untuk kembali ke rumah leluhur mereka di tempat yang sekarang dikuasai oleh Israel.

Jumlah orang yang melakukan aksi protes telah turun sejak perjanjian gencatan senjata tercapai antara Israel dan Hamas pada awal bulan ini. Namun, sekitar 235 warga Palestina di Gaza telah meninggal dunia sejak Maret lalu. Sebagian besar meninggal karena ditembak Israel, terkena serangan udara dan tank Israel. Dua tentara Israel juga terbunuh dalam periode yang sama.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, sekitar 6.000 warga Palestina juga telah terluka akibat peluru yang ditembakkan tentara Israel saat aksi unjuk rasa berlangsung. Doctors Without Borders (MSF) mengatakan, sistem perawatan kesehatan di Gaza sedang berjuang untuk memenuhi kebutuhan warga Palestina yang terluka akibat tertembak saat aksi protes. Akibatnya, ribuan warga Gaza menderita luka dalam waktu cukup panjang.

Sementara, mayoritas pasien MSF membutuhkan perawatan medis lebih lanjut untuk menyembuhkan luka mereka dengan sempurna. Bahkan mereka membutuhkan rehabilitasi.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA