Saturday, 8 Rabiul Akhir 1440 / 15 December 2018

Saturday, 8 Rabiul Akhir 1440 / 15 December 2018

Jokowi Minta Australia Bantu Perdamaian Palestina-Israel

Rabu 14 Nov 2018 11:53 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Teguh Firmansyah

Warga melintasi bangunan yang hancur akibat serangan Israel ke Kota Gaza, Rabu (12/11).

Warga melintasi bangunan yang hancur akibat serangan Israel ke Kota Gaza, Rabu (12/11).

Foto: AP/Hatem Moussa
Australia sempat mempertimbangkan memindahkan kedubes ke Yerusalem.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin agar Australia turut membantu menciptakan perdamaian antara Palestina dan Israel.

Hal ini disampaikannya saat pertemuan bilateral dengan dengan Perdana Menteri Australia Scott Morrison, di Suntec Convention Centre, Singapura, di sela-sela rangkaian acara pertemuan ASEAN.

Dalam pertemuan ini, Indonesia juga menegaskan posisinya dalam upaya menciptakan perdamaian Palestina-Israel berdasarkan prinsip two-state solution.

Menurut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Indonesia memandang solusi dua negara (two-state solution) merupakan cara yang tepat untuk menyelesaikan konflik secara adil. "Presiden Republik Indonesia kembali menyampaikan posisi Indonesia dan mengharapkan Australia dapat membantu mewujudkan perdamaian Palestina dan Israel berdasarkan two state solution," ujar Retno, dikutip dari siaran resmi Istana, Rabu (14/11).

Hubungan kedua negara sempat canggung ketika Australia mempertimbangkan untuk memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem. Indonesia mempertanyakan sikap Australia itu karena hanya akan mendorong konflik.

Selain masalah Palestina, kedua kepala negara juga membahas soal peningkatan kerja sama mengenai dialog antarumat beragama untuk mendorong hubungan kedua negara ke arah yang lebih baik. Indonesia dijadikan sebagai sebuah percontohan mengenai kerukunan di tengah keragaman yang dimiliki Indonesia.

"Keduanya juga membahas soal interfaith dialogue di mana Indonesia dinilai sebagai contoh bagi kemajemukan," ucap Retno.

Tak hanya itu, kedua negara juga membahas secara intensif kerja sama di bidang penanggulangan terorisme. Pembahasan kerja sama ini sudah dilakukan sejak Agustus lalu. "Termasuk di antaranya ialah penyelenggaraan subregional meeting on counter terrorism yang diselenggarakan di Jakarta pada 6 November 2018 lalu," ujar Retno.

Dalam pertemuan, PM Australia juga menyampaikan kembali dukungan Australia terhadap pengembangan konsep kerjacsama Indo-Pasifik, yang diprakarsai Indonesia, dengan mengedepankan sentralitas ASEAN. "Indonesia menyampaikan penghargaan atas dukungan Australia terhadap pengembangan Indo-Pasifik yang mengedepankan sentralitas ASEAN," tambahnya.

Selama pertemuan berlangsung, Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES