Senin, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Senin, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Israel Izinkan Pembangunan Ratusan Rumah di Wilayah Ilegal

Kamis 08 Nov 2018 19:29 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

permukiman illegal di Yerusalem Timur dan Tepi Barat

permukiman illegal di Yerusalem Timur dan Tepi Barat

Foto: VOA
Perluasan permukiman di Yerusalem Timur terjadi setelah Trump akui Yerusalem.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Otoritas Israel telah menyetujui pembangunan 640 unit rumah baru untuk pemukim Yahudi di Yerusalem Timur. Hal itu dilaporkan media Israel Haaretz pada Rabu (7/11).

“Komite distrik Yerusalem telah menyetujui pembangunan 640 unit rumah baru di permukiman Ramat Shlomo dekat lingkungan Bit Hanina,” kata Haaretz dalam laporannya.

Menurut Haaretz, komite distrik menolak keberatan yang diajukan sebelumnya oleh kelompok anti-permukiman. “Keputusan itu (izin pembangunan rumah untuk pemukim Yahudi) merupakan bukti bahwa kontrol Israel atas Yerusalem Timur didasarkan pada rezim yang diskriminatif,” kata kelompok antipermukiman dalam sebuah pernyataan bersama.

Otoritas Palestina telah mengatakan bahwa Israel meningkatkan dan memperluas proyek pembangunan permukimannya di Yerusalem Timur. Hal itu terjadi sejak Presiden AS Donald Trump mengakui kota suci tersebut sebagai ibu kota Israel pada Desember 2017.

Saat ini terdapat lebih dari 700 ribu pemukim Yahudi yang tinggal di 196 permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Semua permukiman itu dibangun atas persetujuan Pemerintah Israel.

Hukum internasional memandang Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai wilayah pendudukan. Oleh sebab itu, segala aktivitas permukiman Yahudi di kedua wilayah itu ilegal. Kendati kerap menuai kecaman dari dunia internasional, Israel tetap melanjutkan pembangunan permukiman Yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Pembangunan permukiman yang tak terkendali dipandang sebagai hambatan utama untuk melanjutkan perundingan perdamaian Palestina-Israel yang mandek sejak 2014.

 

Baca: Donald Trump Dinilai Bekerja Melawan Palestina

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES