Sunday, 12 Safar 1440 / 21 October 2018

Sunday, 12 Safar 1440 / 21 October 2018

Wanita Palestina Tewas Ditimpuki Pemukim Yahudi, Abbas Marah

Ahad 14 Oct 2018 10:04 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Presiden Palestina Mahmoud Abbas

Presiden Palestina Mahmoud Abbas

Foto: AP Photo/Richard Drew
Abbas menegaskan rakyat Palestina akan melindungi tanah mereka apapun pengorbanannya.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Sabtu (13/10) mengatakan pembunuhan seorang perempuan Palestina oleh pemukim Yahudi di Kota Nablus, bagian utara Tepi Barat Sungai Jordan, adalah kejahatan yang mengerikan.

Kantor berita negara Palestina, WAFA, melaporkan Abbas berbicara dengan ayah perempuan itu, A'aesha Ar-Rabi (45) yang meninggal akibat luka-luka di kepalanya karena dilempari batu oleh pemukim Yahudi.

Menurut laporan tersebut, Abbas mengatakan kepada keluarga itu bahwa kejahatan ini dilakukan oleh pemukim yang dilindungi oleh negara pendudukan. "Dan kejahatan ini tak boleh berlalu begitu saja tanpa hukuman," tegas Abbas seperti dilansir Xinhua. 

Abbas menekankan, rakyat Palestina akan mempertahankan tanah mereka apapun pengorbanannya. Ia menambahkan, kejahatan semacam itu takkan pernah membuat lemah rakyat Palestina untuk melanjutkan usaha bagi kebebasan dan kemerdekaan.

Baca juga, Turki Kecam UU Negara Bangsa Yahudi-Israel.

Pada Sabtu pagi, ribuan orang Palestina --yang marah-- memakamkan jenazah A'aesha Ar-Rabi di desa Bedia di bagian utara Tepi Barat. Jenazah perempuan Palestina tersebut dibungkus dengan bendera Palestina dan dipanggul oleh orang yang berduka sebelum dimakamkan.

A'aesha Ar-Rabi terkena batu di kepalanya saat ia melakukan perjalanan bersama suaminya di dekat pos pemeriksaan militer Israel di Za'atara, dekat Nablus. Suaminya, yang mengemudikan mobil dan mengatakan ia harus menepi setelah serangan itu, menderita luka ringan.

A'aesha Ar-Rabi dibawa ke rumah sakit tapi ia meninggal saat tiba di sana, kata petugas medis. Jenazahnya disemayamkan di kota kelahirannya, Bedia, di dekat Salfit di tengah kesedihan, setelah otopsi dilakukan untuk memastikan penyebab kematiannya setelah serangan oleh pemukim Yahudi.

A'aesha Ar-Rabi adalah ibu delapan anak, salah satu di antara mereka sedang bersiap untuk menikah dalam waktu dua pekan.

Militer Israel mengaku sedang menyelidiki peristiwa tersebut. Rakyat Palestina telah berulangkali memperingatkan mengenai serangan pemukim Yahudi terhadap lahan, rumah, harta dan rakyat mereka. Peristiwa semacam itu telah meningkat tajam selama musim panen zaitun.

Sementara itu, seorang pejabat Palestina pada Sabtu menyeru masyarakat internasional agar menjadikan Israel bertanggung-jawab atas kejahatannya terhadap umat manusia di wilayah Palestina.

Hanan Ashrawi, anggota Komite Pelaksana Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), mengutuk serangkaian kejahatan perang yang dilakukan oleh Israel dan pemukim ekstremis Yahudi terhadap rakyat Palestina.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA