Minggu, 12 Safar 1440 / 21 Oktober 2018

Minggu, 12 Safar 1440 / 21 Oktober 2018

Aktivis Selandia Baru Kumpulkan Dana Amal untuk Palestina

Ahad 14 Okt 2018 09:35 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Israr Itah

Warga Gaza mengantar jenazah perawat Palestina Razan Najjar (21 tahun) yang ditembak Israel, Sabtu (2/6).

Warga Gaza mengantar jenazah perawat Palestina Razan Najjar (21 tahun) yang ditembak Israel, Sabtu (2/6).

Foto: AP Photo/Khalil Hamra
Uang amal tersebut dikumpulkan melalui sebuah website bernama givealittle.co.nz.

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE — Dua aktivis pro-Palestina asal Selandia Baru, Justine Sachs dan Nadia Abu Shanab, telah mengumpulkan uang sebesar 14 ribu dolar Selandia Baru atau setara dengan 9.108 dolar AS pada Sabtu (13/10). Uang tersebut ditujukan sebagai amal bagi warga Palestina, khususnya mereka yang berada di Jalur Gaza. 

Uang amal tersebut dikumpulkan melalui sebuah website bernama givealittle.co.nz yang nantinya disumbangkan kepada Yayasan Kesehatan Mental Gaza. Yayasan tersebut didirikan sebuah kelompok relawan yang mengumpulkan dana untuk kesehatan mental serta kelompok pemberdayaan perempuan di Jalur Gaza. 

“Kami memiliki dorongan untuk melakukan hal ini dan merasa bijaksana untuk sepenuhnya mengembalikan masalah ini ke Palestina,” ujar Abu Shanab. 

Sebelumnya, Sachs dan Abu Shanab tersangkut kasus yang membuat Pengadilan Israel memberikan hukuman denda sebesar 45 ribu shekel atau sama dengan 12,423 dolar AS. Hukuman tersebut dijatuhkan atas dugaan peran mereka dalam membujuk penyanyi internasional Lorde urung tampil di Ibu Kota Tel Aviv tahun lalu. 

Sachs dan Abu Shanab menulis surat terbuka kepada Lorde yang juga merupakan seorang warga Selandia Baru dalam situs thespinoff.co.nz pada Desember tahun lalu. Dalam tulisan tersebut, mereka meminta penyanyi itu untuk membatalkan konser yang hendak digelar di Israel. 

Pada akhirnya, Lorde memutuskan untuk membatalkan konsernya di Israel pada bulan yang sama. Hal itu juga terjadi setelah kampanye oleh kelompok boikot, divestasi, dan sanksi (BDS) yang secara terbuka menyuarakan hak-hak Palestina. 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES