Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Haqqani, Tokoh Inspirator Taliban Meninggal Dunia

Selasa 04 Sep 2018 14:57 WIB

Rep: Marniati/ Red: Teguh Firmansyah

Kelompok Taliban mengecam AS gagal menciptakan perdamaian di Afghanistan.

Kelompok Taliban mengecam AS gagal menciptakan perdamaian di Afghanistan.

Foto: AP
Haqqani terbaring sakit dalam beberapa tahun terakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Taliban mengatakan, Selasa (4/9), Jalaluddin Haqqani, pendiri jaringan militan Haqqani  meninggal karena sakit yang ia derita cukup lama. Haqqani merupakan salah satu kelompok yang paling kuat dan ditakuti dalam pemberontakan Afghanistan.

Jalaluddin Haqqani, mendirikan jaringan itu pada 1970-an. Ia menyerahkan kepemimpinan operasional kelompok itu beberapa tahun lalu kepada putranya Sirajuddin, yang sekarang adalah wakil pemimpin Taliban Afghanistan. Amerika Serikat (AS) menawarkan hadiah lima juta dolar AS untuk kepala Sirajuddin.

Juru bicara kementerian pertahanan Mohammad Radmanish mengatakan kematian itu diperkirakan tidak akan berdampak besar bagi jaringan Haqqani. Kelompok itu telah dituduh  oleh pejabat keamanan Afghanistan dan AS dalam beberapa serangan bunuh diri  pada satu dekade terakhir.

"Secara operasional, kematiannya tidak akan berdampak pada kelompok itu," katanya. Ia mengatakan  peran Jalaluddin dalam beberapa tahun terakhir lebih bersifat ideologis daripada praktis.

Baca juga, AS Siap Berunding dengan Taliban.

Jalaluddin mencapai puncak tertinggi sebagai pemimpin gerilya dalam kampanye yang didukung AS melawan pasukan Soviet yang menduduki Afghanistan pada  1980-an. Ia kemudian bersekutu dengan Taliban, memerangi pasukan AS setelah Taliban digulingkan pada 2001.

Kelompoknya menjadi terkenal karena serangan-serangan yang terorganisasi dengan baik pada militer Afghanistan dan AS, serta sasaran sipil dan penculikan-penculikan profil tinggi.

Kabar kematian ini datang pada saat yang sensitif bagi pemerintah Taliban dan pemerintah Kabul. Mereka sempat membicarakan peluang damai setelah gencatan senjata pada hari raya Idul Fitri lalu.

Jalaluddin Haqqani sering diberitakan meninggal dunia  dalam beberapa tahun terakhir.

"Haqqani telah menjadi sangat tua dan menderita masalah kesehatan. Ia telah menyerahkan jaringan itu kepada putra tertuanya, Sirajuddin Haqqani, dan putra-putranya yang lain," kata seorang sumber Taliban yang dekat dengan keluarga Haqqani.

Menurut Taliban, karena sakit yang ia derita, Jalaluddin Haqqani harus berbaring di tempat tidur  selama beberapa tahun. Tetapi ia tetap menjadi inspirasi bagi Taliban.

"Jika Haqqani Sahib telah meninggalkan kita secara fisik, ideologi dan metodologinya terus bertahan," katanya dalam sebuah pernyataan.

Para pejabat AS dan Afghanistan mengatakan, kelompok yang berbasis di wilayah Pakistan Waziristan Utara, dianggap dekat dengan Alqaidah.  Kelompok itu disebut dioperasikan dengan dukungan dinas intelijen Pakistan. Tuduhan itu ditolak oleh Pakistan. Pakistan justru menyalahkan Badan Intelijen Pusat AS.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA