Friday, 7 Zulqaidah 1439 / 20 July 2018

Friday, 7 Zulqaidah 1439 / 20 July 2018

Israel Larang Televisi Palestina, Al-Quds

Selasa 10 July 2018 04:13 WIB

Rep: Retno Wulandhari/Marniati/ Red: Teguh Firmansyah

Aktivis Benjamin Ladraa yang melakukan aksi jalan kaki dari Swedia ke Palestina

Aktivis Benjamin Ladraa yang melakukan aksi jalan kaki dari Swedia ke Palestina

Foto: Al Jazirah
Israel memberlakukan sanksi terhadap Jalur Gaza.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman pada Senin (9/7) melarang saluran Al-Quds Palestina. Seperti dilansir Anadolu, Senin (9/7), dalam sebuah keputusan yang ditandatangani pada 3 Juli, Lieberman mengatakan larangan itu didasarkan pada hukum anti-terorisme Israel.

Di bawah dekrit itu, saluran itu tidak akan disiarkan di dalam Israel. Keputusan itu tidak memberikan penjelasan terkait alasan larangan tersebut. Tetapi otoritas Israel menuduh saluran itu menjadi alat propaganda untuk kelompok perlawanan Palestina Hamas.

Tidak ada komentar dari Al Quds tentang larangan Israel. Al-Quds menyiarkan siaran dari Lebanon dan memiliki seorang koresponden yang tinggal di Yerusalem.

Baca juga, 11 Bulan Jalan Kaki ke Palestina, Aktivis Ditolak Israel.

Israel juga memberlakukan sanksi di Jalur Gaza pada Senin sebagai pembalasan atas aksi protes yang dilakukan oleh Palestina. Warga Palestina menyerang tentara Israel menggunakan layang-layang yang telah dibakar dan melemparkan balon berisi helium.

Aksi protes tersebut telah berlangsung lebih dari tiga bulan terakhir. Merespons aksi protes tersebut, Perdana Menteri Israel Benjamin mengumumkan penutupan terminal perbatasan komersial utama Gaza.

Israel juga memangkas kapal-kapal nelayan yang diizinkan untuk beroperasi di lepas pantai Mediterania di Gaza. Sebuah pernyataan militer Israel mengatakan zona penangkapan ikan Palestina di Gaza akan dipersempit menjadi 11 km (6 mil) dari luas sebelumnya 17 km.

"Kami akan segera menindak tegas rezim Hamas di Jalur Gaza," ujar Netanyahu dikutip Reuters.

Layang-layang dan balon adalah senjata yang paling efektif dan sering digunakan selama aksi protes besar-besaran. Aksi protes yang dilakukan warga Palestina ini bertujuan menekan tuntutan Israel atas hak tanah yang hilang dalam perang tahun 1948.

Meski hanya menggunakan alat-alat sederhana, tentara Israel membalas aksi tersebut dengan sangat brutal. Petugas medis Gaza mengatakan setidaknya 136 orang Palestina telah ditembak mati.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA