Monday, 21 Syawwal 1440 / 24 June 2019

Monday, 21 Syawwal 1440 / 24 June 2019

Uni Eropa tak Mau Lagi Biayai Riset Israel

Selasa 03 Jul 2018 16:19 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Nur Aini

Bendera negara anggota Uni Eropa (ilustrasi)

Bendera negara anggota Uni Eropa (ilustrasi)

Foto: UWORKERS
Uni Eropa selama ini memberi dana untuk penelitian industri keamanan Israel.

REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSELS -- Uni Eropa (UE) berencana mengeluarkan Israel dari pendanaan penelitian ilmiah dan pengembangan. Israel diketahui merupakan anggota dari riset ilmiah dan pengembangan UE yang diberi nama Horizon 2020.

Uni Eropa memberikan pendanaan bagi sektor pengembangan industri keamanan Israel selama bertahun-tahun. Keputusan tersebut akan membuat semua pendanaan bagi perusahaan militer dan keamanan Israel dihentikan dan keluar dari kerangka program UE.

"Uang pembayar pajak Eropa sedang disalurkan ke perusahaan militer, di antaranya banyak perusahaan Israel yang disamarkan sebagai penelitian dengan tujuan bahwa teknologi dan teknik yang dikembangkan hanya akan digunakan untuk masyarakat sipil," kata surat pernyataan UE seperti diwartakan Aljazirah, Selasa (3/7).

Keputusan itu membuat sejumlah perusahaan asal Israel terancam kehilangan sokongan finansial sebesar 117 miliar dolar AS yang dianggarkan untuk program riset dan inovasi. Keputusan didepaknya Israel dari pendanaan riset itu didesak oleh 154 organisasi yang berasal dari 16 negara.

Uni Eropa mencatat jika uang penelitian yang mereka berikan di masa lalu dialirkan ke proyek-proyek pendanaan yang melayani kepentingan militer. Hal tersebut bertentangan dengan niatan UE yang bertujuan agar proyek pendanaan tersebut disalurkan untuk kepentingan warga sipil.

Sementara, negara-negara Eropa secara tidak langsung telah mendanai kegiatan militer Israel di dalam wilayah Palestina yang diduduki. Penyelidikan oleh media Denmark, Danwatch menemukan bahwa dana pensiun di Norwegia, Denmark, Swedia, dan Belanda diinvestasikan ke dalam 36 perusahaan yang terlibat dalam aktivitas pembangunan permukiman ilegal di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA