Monday, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Monday, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Polisi Israel Minta Keterangan Netanyahu soal Kasus Korupsi

Rabu 13 Jun 2018 02:01 WIB

Rep: Marniati/ Red: Friska Yolanda

Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu.

Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu.

Foto: EPA/Jim Hollander
Netanyahu terlibat dalam tiga kasus korupsi.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Kepolisian Israel meminta keterangan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Selasa (12/6). Netanyahu dituduh melakukan korupsi yang melibatkan perusahaan telekomunikasi terbesar di negara itu. Israel Radio mengatakan ini merupakan satu dari tiga kasus korupsi yang membebani karir politik Netanyahu.

Dilansir Middle East Monitor, Selasa, sebuah kendaraan yang membawa petugas polisi berhenti di pintu masuk kediaman resmi Netanyahu. Diketahui sekelompok pengunjuk rasa juga melakukan aksi demonstrasi dan menyerukan Netanyahu untuk mengundurkan diri.

Polisi menolak berkomentar. Namun, Radio Israel mengatakan Netanyahu diinterogasi atas tuduhan memberikan bantuan peraturan kepada Bezeq Telecom Israel sebagai imbalan atas liputan di situs berita yang dikontrol pemilik perusahaan.

Netanyahu dan Bezeq membantah tuduhan itu.

Netanyahu terlibat dalam tiga kasus korupsi. Kasus 1000 menyebut Netanyahu dan istrinya menerima hadiah ilegal dari pengusaha. Kasus 2000 menuduh Netanyahu mencoba membayar media demi pemberitaan postif dirinya. Dan terakhir kasus 3000 yang juga dikenal sebagai "skandal kapal selam".

Terlepas dari itu, popularitas pemimpin sayap kanan ini telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Pengamat mengatakan peningkatan popularitas ini terkait kebijakan keamanannya yang keras, penarikan AS dari kesepakatan nuklir Iran dan pembukaan Kedutaan Besar Amerika di Yerusalem.

Survei memperkirakan partai Likud Netanyahu, akan menambah hingga empat kursi di 120 kursi parlemen jika pemilihan diadakan sekarang. Saat ini koalisi Likud memiliki30 kursi.

Israel akan mengadakan pemungutan suara nasional berikutnya selambat-lambatnya November 2019.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES