Wednesday, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Wednesday, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Kiai Ma'ruf: Kami tak Dukung Keberangkatan Staquf ke Israel

Selasa 12 Jun 2018 18:08 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Kiai Ma'ruf Amin

Kiai Ma'ruf Amin

Foto: Republika/Agung Supriyanto
MUI akan tetap konsisten membela Palestina.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin mengatakan, keberangkatan Yahya Cholil Staquf ke Israel merupakan tanggung jawab pribadi dan tidak terkait dengan MUI serta Nahdlatul Ulama (NU).

"Keberangkatan Yahya Staquf tidak ada kaitannya dengan MUI dan juga NU. Kami tidak mendukung. Kalau ditanya alasannya, silakan tanya kepada yang bersangkutan mengapa melakukan hal itu (berangkat ke Israel)," ujar Ma'ruf dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (12/6).

Dia menegaskan, MUI konsisten membela Palestina, sama halnya dengan sikap pemerintah dan juga negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Ma'ruf juga menegaskan bahwa MUI mengakui Yerusalem sebagai ibu kota dari Palestina.

Ma'ruf menekankan bahwa seharusnya upaya diplomasi tidak dilakukan oleh perorangan, tetapi oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). MUI sendiri tidak punya hak untuk menindak.

"Nanti akan dilihat, seberapa mengganggunya keberangkatan Yahya ini. MUI tidak punya hak untuk menindak. Kami serahkan sepenuhnya pada NU," kata dia.

Yahya Staquf diundang menjadi pembicara dalam seminar internasional yang diprakarsai American Jewish Committee (AJC) di Israel. Kemenlu juga menegaskan, kehadiran Staquf merupakan tanggung jawab pribadi.

"Itu inisiatif sendiri, tanggung jawab sendiri. Seberapa jauh pengaruhnya terhadap upaya Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Apakah memperlancar upaya Kemenlu dalam mengupayakan perdamaian dengan tetap agar menjaga agar Palestina menjadi negara yang merdeka dan berdaulat atau justru mengganggu, nanti akan dilihat."

Gerakan Fatah menganggap partisipasi cendekiawan Muslim Indonesia Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) pada konferensi hubungan Yahudi-Amerika di Yerusalem sebagai kejahatan terhadap Yerusalem, Palestina, dan Muslim di dunia. Fatah berpendapat duduk bersama penjajah Israel sama dengan melawan rakyat Palestina.

 

"Partisipasi Yahya Staquf, sekretaris jenderal organisasi Muslim Indonesia Nahdlatul Ulama, pada konferensi ini di Yerusalem yang diduduki adalah pengkhianatan terhadap agama, al-Aqsha dan kebangkitan, rakyat Palestina, dan negara-negara Arab dan Islam," kata juru bicara Fatah Osama al-Qawasmi dalam sebuah pernyataan, dilaporkan Palestinow, Selasa (12/6).

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Persija Menang 3-0 Atas Persela

Selasa , 20 Nov 2018, 20:53 WIB