Monday, 9 Zulhijjah 1439 / 20 August 2018

Monday, 9 Zulhijjah 1439 / 20 August 2018

6 Negara Pertimbangkan Pindah Kedutaan ke Yerusalem

Jumat 20 April 2018 08:12 WIB

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Esthi Maharani

Benjamin Netanyahu

Benjamin Netanyahu

Foto: Ronen Zvulun/Reuters
10 kedutaan besar pertama yang pindah ke Yerusalem akan menerima perlakuan istimewa.

REPUBLIKA.CO.ID,  TEL AVIV - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, ada enam negara yang sedang mempertimbangkan untuk memindahkan kedutaan besar mereka untuk Israel ke Yerusalem. Hal ini terjadi setelah AS terlebih dahulu memutuskan untuk memindahkan kedutaannya.

Pada Desember lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan, AS telah secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Pengakuan ini memicu kemarahan sejumlah negara, bahkan sekutu Washington di Arab, dan membuat warga Palestina cemas karena mereka menginginkan Yerusem sebagai ibu kota negara mereka yang merdeka.

Kedutaan Besar AS untuk Israel direncanakan akan pindah ke Yerusalem dari Tel Aviv pada 14 Mei, tepat pada tanggal Israel mendeklarasikan kemerdekaannya pada 1948. "Untuk mempromosikan perdamaian, pindahkan kedutaan Anda di sini," ujar Netanyahu di hadapan para diplomat asing dalam sebuah resepsi di Yerusalem untuk merayakan kemerdekaan yang ke-70 Israel.

Dia kemudian mengucapkan terima kasih kepada Guatemala yang telah memutuskan untuk memindahkan kedutaannya segera setelah pengumuman AS. Namun, Netanyahu tidak menyebutkan nama negara-negara lain yang dia katakan sedang mempertimbangkan untuk mengikuti langkah AS.

"Saya senang mengatakan bahwa setidaknya ada setengah lusin negara yang saat ini telah berbicara serius kepada kami untuk memindahkan kedutaan mereka ke Yerusalem," kata Netanyahu.

Ia menegaskan, 10 kedutaan besar pertama yang pindah ke Yerusalem akan menerima perlakuan istimewa dari Israel. Akan tetapi, Netanyahu tidak menjelaskan perlakuan seperti apa yang ia maksud.

Seorang pejabat AS mengatakan, kedutaan besar AS akan berlokasi di sebuah situs sementara di Yerusalem yang sekarang menjadi tempat konsuler AS. Menurut dia, membangun kedutaan permanen bisa memakan waktu beberapa tahun.

Sebagian besar negara tidak mengakui kedaulatan Israel di Yerusalem. Mereka memilih untuk mendirikan kedutaan besar untuk Israel di Tel Aviv.

Sumber : Reuters
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES