Senin, 9 Zulhijjah 1439 / 20 Agustus 2018

Senin, 9 Zulhijjah 1439 / 20 Agustus 2018

Aktivis HAM Swedia: Masalah Palestina Bukan Soal Agama

Senin 16 April 2018 07:29 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Ani Nursalikah

Ratusan personil militer zionis Israel, Jumat (30/3), berkumpul di sekitar perbatasan dengan peralatan militer lengkap.

Ratusan personil militer zionis Israel, Jumat (30/3), berkumpul di sekitar perbatasan dengan peralatan militer lengkap.

Foto: Dok. Istimewa
Semua warga Palestina berada dalam tekanan dan mereka menderita.

REPUBLIKA.CO.ID, DUZCE -- Aktivis HAM asal Swedia yang sedang melakukan perjalanan panjang dari negaranya ke Palestina Benjamin Ladraa, kini sampai di Provinsi Duzce, Turki pada Ahad (15/4). Ia melakukan perjalanan untuk menyadarkan manusia tentang pelanggaran HAM di Palestina.

Sebelum sampai di Istanbul Turki pekan lalu, Ladraa telah melintasi Jerman, Austria, Slovenia, Kroasi, Serbia, dan Bulgaria. Ia akan terus berjalan ke Palestina melalui Suriah dan Lebanon.

"Kalau tidak bisa masuk ke Palestina, saya beritahu media," kata dia seperti dilansir di Anadolu Agency, Senin (16/4).

Ladraa pernah melakukan perjalanan ke Palestina selama tiga pekan pada April tahun lalu. Ia sangat tersentuh kala itu, lalu memutuskan memberitahu dunia soal apa yang terjadi di Palestina.

"Saya terkejut dengan apa saya lihat di sana. Tentara berjalan di sepanjang jalan, sambil membawa senapan mesin M-60. Setelah tiga pekan itu, saya kembali dan ingin melakukan sesuatu untuk meningkatkan kesadaran orang tentang HAM di Palestina," ujarnya.

Menurut Ladraa, persoalan Palestina bukanlah masalah agama. Masalah utamanya adalah HAM. Semua warga Palestina, tak hanya warga Gaza, berada dalam tekanan dan mereka menderita. Hal ini juga membuatnya berupaya menangkap perhatian dunia melalui penderitaan rakyat Palestina.

Sekarang, Ladraa sudah delapan bulan melakukan aksi berjalannya ke Palestina hanya untuk menarik perhatian dunia dengan penderitaan warga Palestina. Aksinya sekaligus mengilhami banyak orang untuk melakukan perubahan. Dia akan tiba di ibu kota Turki, Ankara sepekan lagi. Targetnya, perjalanan ini selesai pada Juni atau Juli.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES