Kamis, 5 Zulhijjah 1439 / 16 Agustus 2018

Kamis, 5 Zulhijjah 1439 / 16 Agustus 2018

Netanyahu Ingin Revisi RUU untuk Lindungi Dirinya dari Hukum

Senin 04 Desember 2017 12:31 WIB

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Nur Aini

Benjamin Netanyahu

Benjamin Netanyahu

Foto: AP/Gali Tibbon

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan agar rancangan undang-undang (RUU) mengenai batasan penyelidikan polisi segera direvisi. Revisi yang diusulkan akan melarang polisi untuk mempublikasikan apakah mereka telah menemukan alasan cukup untuk menuntut seorang tersangka.

"RUU ini dimaksudkan untuk mencegah publikasi rekomendasi polisi yang akan meninggalkan citra buruk atas orang-orang yang tidak bersalah, sesuatu yang terjadi setiap hari," ujar Netanyahu.

 

Kritikus menilai revisi RUU tersebut adalah upaya untuk melindungi Netanyahu dan merahasiakan kepada publik mengenai investigasi yang sedang berlangsung terhadapnya yang telah menjadi tersangka. Namun para pendukung Netanyahu mengatakan hal tersebut dimaksudkan untuk melindungi hak dan reputasi tersangka.

 

Sekitar 20 ribu warga Israel berdemonstrasi menentang revisi RUU tersebut di Tel Aviv pada Sabtu (2/12). Saat tekanan publik meningkat, dukungan anggota koalisi untuk merevisi RUU tersebut juga mulai berkurang, sebelum parlemen meratifikasinya.

 

"Karena perdebatan tentang RUU tersebut bersifat topikal dan tidak digunakan untuk propaganda politik, saya telah meminta RUU itu untuk disusun, sehingga tidak mencakup investigasi yang sedang berlangsung dalam masalah saya," tulis Netanyahu dalam akun Facebook pribadinya.

 

Setelah ratifikasi RUU itu ditunda, Netanyahu menyebutnya sebagai perlawanan terhadap pemerintah. Ia mengaku telah memberi tahu pemrakarsa RUU tersebut, yaitu David Amsalem, seorang anggota parlemen dari partai Likud sayap kanannya sendiri.

 

Netanyahu telah menjadi tersangka dalam dua kasus. Dia diduga ikut campur dalam industri media dan diduga mendapatkan suap dari pebisnis kaya. Namun dia membantah melakukan kesalahan.

 

Jika dituntut, Netanyahu akan mendapatkan tekanan berat untuk mengundurkan diri. Akan tetapi dia juga bisa menyerukan pemilihan umum untuk menguji apakah dia masih dipercaya untuk memiliki mandat memerintah.

 

Netanyahu telah menggambarkan dirinya sebagai korban perburuan penyihir politik dan mengatakan dia akan segera dibebaskan. "Tidak akan ada apa-apa karena tidak ada apa-apa," katanya berulang kali.

Sumber : Reuters
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Jembatan Rubuh di Italia, Puluhan Tewas

Rabu , 15 Agustus 2018, 23:34 WIB