Saturday, 20 Syawwal 1443 / 21 May 2022

Mufti Palestina Dituduh 'di Balik' Holocaust, Ini Jawaban Jerman

Kamis 22 Oct 2015 03:48 WIB

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Teguh Firmansyah

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Foto: AP Photo

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Pemerintah Jerman mengomentari pernyataan Benjamin Netanyahu yang kontroversial terkait peristiwa Holocaust. Juru Bicara Pemerintah Steffen Seibert mengatakan tidak ada alasan bagi Jerman untuk mengubah sejarah. Ia mengaku bahwa sikap fanatisme Nazi adalah asal-usul terjadinya Holocaust.

"Saya tidak memiliki alasan untuk merubah cara pandang kita terhadap sejarah dengan cara apapun," ujar dia dilansir dari Al Arabiya, Rabu (21/10). Ia menambahkan, tanggung jawab kejahatan genosida tersebut tetap berada di pihak Jerman.

Sebelumnya Netanyahu menyatakan bahwa Hitler telah dihasut oleh Mufti Besar Palestina Amin al Husayni untuk melakukan pembunuhan massal terhadap Yahudi. Padahal, kata Netanyahu, Hitler hanya berencana untuk mengusirnya dari Jerman.

Netanyahu menambahkan, Mufti Palestina mengatakan kepada Hitler, "Jika ia mengusir Yahudi, maka Yahudi akan kembali ke Jerman." Husyani pun menyarankan untuk membakar mereka.

Pernyataan Netanyahu mendapat kecaman dari banyak pihak. Namun Netanyahu menyangkal bahwa pernyataannya untuk membela Hitler atas tanggung jawabnya terhadap Holocaust. Saat itu enam juta orang Yahudi tewas dibantai.

sumber : Al Arabiya
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA