Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Israel Harus Diinvestigasi Soal Pembunuhan Warga Sipil Gaza

Rabu 04 Mar 2015 15:53 WIB

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Ani Nursalikah

A Palestinian man carries his sister near tents erected by Palestinians whose houses were destroyed by what witnesses said was Israel shelling during a 50-day conflict last summer, east of Khan Younis in the southern Gaza Strip January 27, 2015. The main U

A Palestinian man carries his sister near tents erected by Palestinians whose houses were destroyed by what witnesses said was Israel shelling during a 50-day conflict last summer, east of Khan Younis in the southern Gaza Strip January 27, 2015. The main U

Foto: REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Seorang utusan PBB memanggil Israel untuk menyelidiki pembunuhan lebih dari 1.500 warga sipil Palestina saat perang Gaza 2014.

Dilansir dari Al Arabiya, Rabu (3/3), sepertiga korban perang Gaza merupakan anak-anak. Israel diselidiki berdasarkan temuan publik.

Mantan Dubes Indonesia Makarim Wibisono memberikan laporan pertamanya pada Dewan HAM PBB. Dia menjadi pelapor khusus HAM di wilayah Palestina sejak Juni lalu.

"Perbedaan mencolok dalam jumlah korban diantara kedua belah pihak mencerminakan adanya ketidakseimbangan kekuataan dan biaya yang ditanggung warga sipil Palestina," ujar Wibisono.

Dia mempertanyakan Israel saat peristiwa tersebut berpegang pada prinsip hukum internasional, proporsionalitas dan tindakan pencegahan.

Sebanyak 2.256 warga Palestina tewas selama konflik Juli-Agustus. Dari jumlah tersebut 1.563 di antaranya adalah warga sipil, 538 anak-anak dan 66 tentara dan lima warga sipil Israel.

Kebanyakan korban adalah warga sipil. Sebagian besar korban tewas justru karena serangan rudal di dalam rumah mereka sendiri. Serangan itu biasanya dilakukan pada malam hari.

Wibisono mewawancarai korban di Amman dan Kairo atau saksi melalui video di Gaza karena Israel tidak membolehkan dia pergi kesana. Sebuah laporan menyebutkan kejahatan perang mungkin dilakukan kedua belah pihak dan penyelidikan akan segera dilakukan PBB.

Israel mengatakan pihaknya menyerang karena Hamas terlebih dahulu menyerang menggunakan roket. Mesiu milik Israel yang belum meledak masih berada di Gaza.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA