Rabu, 6 Syawwal 1439 / 20 Juni 2018

Rabu, 6 Syawwal 1439 / 20 Juni 2018

Kesal dengan Trump, Presiden Meksiko Tunda Kunjungan ke AS

Senin 26 Februari 2018 10:38 WIB

Rep: Fira Nursyabani/ Red: Esthi Maharani

Donald Trump

Donald Trump

Foto: EPA-EFE/JIM LO SCALZO
Trump dikabarkan bersikeras akan tetap membahas rencana membangun tembok perbatasan

REPUBLIKA.CO.ID, MEXICO CITY - Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto telah menunda kunjungannya ke AS setelah melakukan percakapan telepon dengan Presiden AS Donald Trump. Dalam percakapan itu, keduanya membahas mengenai dinding perbatasan di kedua negara.

 

Pada Selasa (20/2), Nieto berbicara dengan Trump dalam sebuah panggilan telepon selama 50 menit yang diharapkan akan mendukung kunjungan Pena Nieto pada Maret mendatang ke AS. Sebelum pembicaraan mereka ini, Menteri Luar Negeri Meksiko Luis Videgaray telah pergi ke Washington.

 

Videgaray telah menjamin Trump tidak akan membicarakan masalah tembok perbatasan saat Pena Nieto berkunjung ke Washington. Namun The Washington Post melaporkan, kedua pemimpin negara itu justru bersitegang saat melakukan pembicaraan di telepon.

 

Trump dikabarkan bersikeras akan tetap membahas mengenai rencananya untuk membangun tembok perbatasan. Hal tersebut membuat Pena Nieto kesal dan memutuskan untuk menunda pertemuan dengan Trump di Gedung Putih.

 

"Itu adalah sebuah kesepakatan bagi kami," ujar seorang pejabat Meksiko. Menurutnya, Pena Nieto dan pemerintahannya enggan mendapatkan pertanyaan dari reporter tentang pendanaan pembangunan tembok perbatasan dalam konferensi pers dan membiarkan Trump menjawabnya.

 

Menurut pejabat AS, Trump percaya, tidak akan masuk akal jika Pena Nieto mengharapkannya menghentikan janji kampanyenya untuk membangun tembok perbatasan dengan Meksiko. Pembangunan itu telah menghantui Meksiko yang akan dikenai beban pembayaran.

 

Setelah percakapan telepon di antara kedua pemimpin itu, penasihat senior sekaligus menantu Trump, Jared Kushner, menelepon Pena Nieto. Ia berusaha meredakan ketegangan yang telah terjadi.

 

"Masalahnya adalah Presiden Trump telah menyudutkan Presiden Pena Nieto dan hubungan bilateral keduanya. Bahkan saat perjalanan pulang, gagasan Meksiko yang membayar pembangunan tembok itu tidak akan hilang," kata Arturo Sarukhan, mantan Duta Besar Meksiko untuk AS.

 

Trump sebelumnya telah mengakui Pena Nieto berada dalam posisi yang sulit. Ia mengatakan kepada Pena Nieto dalam sebuah panggilan telepon pada Januari 2017 bahwa AS akan menyelesaikan masalah ini.

 

"Saya telah membicarakannya selama dua tahun. Jika Anda akan mengatakan Meksiko tidak akan membayar untuk pembangunan tembok itu, maka saya tidak ingin bertemu dengan kalian lagi," ujar Trump.

 

Meksiko biasanya selalu menjadi salah satu negara pertama yang dikunjungi presiden baru Amerika. Namun, Trump hingga satu tahun kepemimpinannya belum mengunjungi Meksiko dan sebaliknya, presiden Meksiko juga belum melakukan kunjungan ke Washington.

 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Senegal Menang 2-1 Atas Polandia

Rabu , 20 Juni 2018, 00:22 WIB