Wednesday, 6 Syawwal 1439 / 20 June 2018

Wednesday, 6 Syawwal 1439 / 20 June 2018

Perusahaan Elon Musk Kantongi Izin Gali Kanal Bawah Tanah

Jumat 23 February 2018 03:49 WIB

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Indira Rezkisari

Elon Musk.

Elon Musk.

Foto: EPA
Rencana Musk membangun Hyperloop perlahan mulai terwujud.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Perusahaan milik Elon Musk, The Boring Company, mengantongi izin untuk menggali area partkir terbengkalai di Washington sebagai tahap awal realisasi proyek kanal bawah tanah Hyperloop. Kanal bawah tanah ini akan menghubungkan New York, Philadelphia, Baltimore, dan Washington.

Pemerintah Kota Washington telah memberikan izin persiapan dan penggalian di area parkir terbengkalai di lot 53New York Avenue NE. Soal izin yang diberikan pada 29 November 2017 itu, juru bicara Boring Company menyatakan lokasi tersebut kemungkinan akan jadi satu stasiun dari jaringan sistem yang akan mereka bangun, demikian dilansir Washington Post.

Kepala Staf Kantor Walikota Washington, John Falcicchio menyampaikan, Departemen Transportasi Kota Washington masih terus mendata izin apa lagi yang Boring Company harus penuhi untuk menggali di bawah jalan-jalan kota dan aneka layanan publik. ''Kami baru saja mulai dan kami terus mendalami visi besar Hyperloop,'' kata Falcicchio.

Soal apakah Pemerintah Washington mendukung pembangunan Hyperloop itu, Falcicchio mengatakan pihakya terbuka terhadap beragam konsep yang dapat membantu pergerakan masyarakat lebih efisien. Musk sendiri mendapat dukungan Gedung Putih melalui penasihat senior Presiden Donald Trump, Jared Kusher, dan Gubernur Maryland Larry Hogan. Mayland sendiri telah memberi izin, tapi proses penggalian kanal di bawah Maryland Route 295 belum dimulai. Kanal seksi Baltimore-Washington akan jadi yang pertama untuk mengembangkan jaringan di East Coast.

Secara umum, konsep kanal ini adalah transportasi elektrik bermuatan 16 orang tiap kompartemennya. Kompartemen ini juga bisa membawa mobil-mobil individu dari dan ke berbagai stasiun. Akan ada arteri yang juga jadi penghubung jaringan utama.

Elevator akan membawa orang-orang naik dan turun kanal. Kanal ini akan dibangun relatif dekat ke permukaan tanah tanpa mengganggu kegiatan dan bangunan di atasnya. Stasiun yang dibangun akan berjumlah banyak tapi tidak mewah.

Hyperloop sendiri merujuk pada sistem berbasis vakum yang menggerakkan manusia dan kendaraan. Teknologi Hyperloop dirancang tahan angin. Beberapa stasiun mungkin tidak memiliki sistem vakum dan akan menjadi rujukan sistem Loop.

Para ahli kanal bawah tanah menyatakan, secara teknis, penggalian kanal dimungkinkan. Namun soal seberapa aman, itu yang jadi tantangan.

Gagasan Elon Musk membangun kanal bawah tanah canggih ini banyak menuai respon negatif dengan beragam alasan mulai dari pernyataan Musk yang kelewat muluk, belepotannya produksi mobil listrik milik perusahaan Musk lainnya Tesla, hingga soal roket SpaceX.

Beberapa advokat transportasi juga khawatir, memindahkan orang dan kendaraan sekaligus dalam kecepatan tinggi tidak lebih bermanfaat dari transportasi tradisional. ''Kita harus memperbaiki Metro. Sistem lalu lintasnya memang buruk. Kalaupun membangun, butuh waktu lama,'' kata seorang pengemudi taksi daring di dekat lot 53 New York Avenue, Hussein.

Sementara Direktur Layanan Kamar Hyatt Place Hotel di dekat lokasi yang sama, antusias dengan kehadiran Hyperloop. Menurutnya, akan luar biasa bila pekerja di Washington bisa makan siang di New York dan kembali ke kantornya dalam sekejap.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Senegal Menang 2-1 Atas Polandia

Rabu , 20 June 2018, 00:22 WIB