Rabu, 6 Syawwal 1439 / 20 Juni 2018

Rabu, 6 Syawwal 1439 / 20 Juni 2018

PM Irak: ISIS tidak Mewakili Islam

Ahad 18 Februari 2018 11:59 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Winda Destiana Putri

ISIS

ISIS

Foto: Reuters
ISIS, telah menyebabkan banyak Muslim menderita.

REPUBLIKA.CO.ID, MUNCHEN -- Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengatakan milisi ISIS bukanlah representasi dari Islam. Sebaliknya, ISIS, kata dia, telah menyebabkan banyak Muslim menderita.

"Ideologi teroris ini tidak mewakili Islam. Karena ISIS menyebabkan kematian banyak orang, banyak Muslim di daerah Arab. Jauh lebih banyak daripada mereka yang terbunuh di tempat lain di seluruh dunia," kata Abadi ketika menghadiri Munich Security Conference di Jerman, Sabtu (17/2), dikutip laman Anadolu Agency.

Di sisi lain, ISIS, menurut Abadi, telah memicu prasangka anti-Muslim dan Islamofobia di sejumlah negara di dunia. Hal ini tentu sangat merugikan umat Muslim yang benar-benar melaksanakan dan mengamalkan nilai-nilai Islam. Mereka harus menanggung dampak atau efek dari setiap tindakan teror ISIS.

Dalam kesempatan itu, Abadi pun mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pasukan Kurdi Peshmerga. Menurutnya, pasukan tersebut berperan penting dalam mengalahkan ISIS di Irak. "Kami berhutang banyak untuk kemenangan tersebut," ujarnya.

Ia juga mengapresasi bantuan serta dukungan dari negara-negara tetangga Irak selama masa pertempuran melawan ISIS berlangsung. "Dan kami sangat ingin meningkatkan kontak ini, menjalin hubungan dengan tetangga kita atas dasar menghormati kedaulatan nasional dan kepentingan bersama, tanpa mengganggu urusan dalam negeri," kata Abadi.

Tahun lalu, pasukan Irak, dibantu oleh koalisi militer yang dipimpin Amerika Serikat (AS) berhasil menumpas dan membersihkan Irak dari milisi ISIS. Ini merupakan kemenangan yang ditunggu-tunggu rakyat Irak sejak ISIS menguasai sebagian besar wilayah di negara tersebut pada 2014.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Senegal Menang 2-1 Atas Polandia

Rabu , 20 Juni 2018, 00:22 WIB