Sunday, 9 Rabiul Akhir 1440 / 16 December 2018

Sunday, 9 Rabiul Akhir 1440 / 16 December 2018

Warga Hawaii Panik Muncul Peringatan Serangan Rudal

Ahad 14 Jan 2018 07:23 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Teguh Firmansyah

Kepulauan Hawaii

Kepulauan Hawaii

Foto: VOA

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Warga Hawaii dikagetkan dengan peringatan serangan rudal palsu. Pemberitahuan serangan itu dikirimkan oleh Pemerintah Hawai. Kesalahan pengumuman tersebut dipublikasikan kepada masyarakat melalui pesan singkat darurat dan siaran televisi hingga radio.

"Rudal balistik segera menghantam Hawai. Segera mencari tempat berlindung. Ini bukan latihan," begitu bunyi peringatan yang tersebar dalam pesan singkat tersebut.

Namun setelah dikonfirmasi kepada pemerintah dan militer Amerika Serikat (AS) nyatanya tidak ada satupun rudal yang mengarah ke kepulauan Hawaii. Gubernur Hawai David Ige lantas meminta maaf atas insiden yang membuat panik warga tersebut.

Dia menjelaskan, pesan itu dapat tersebar kepada masyarakat akibat kesalahan fatal dari petugas Agensi Manajemen Darurat Hawaii. Dia mengatakan, peringatan itu terkirim saat ada pergantian waktu kerja petugas yang rutin dilakukan tiga kali dalam sehari. "Saya terbangun akibat peringatan itu seperti warga lainnya. Itu sangat merugikan dan disesalkan," katanya.

Ige mengatakan, pihaknya akan segera menginvestigasi lebih lanjut terkait peristiwa tersebut. Dia juga mengatakan, pemerintah akan berusaha lebih baik lagi terkait kinerja serta prosedur peringatan agar kejadian serupa tidak terulang di waktu yang akan datang.

Komisi Komunikasi Federal (FCC) AS mengaku telah memulai penyelidikan penuh. FCC memiliki yurisdiksi mengenai sistem peringatan darurat. Ketua FCC Ajit Pai mengatakan, pihaknya segera memberikan pemungutan suara pada Januari ini terkait efektivitas sistem peringatan darurat nirkabel yang telah ada sejak 2012.

Administrator Agensi Manajemen Darurat Hawaii Vern Miyagi mengatakan, insiden ini merupakan kesalahan yang tidak disengaja. Dia menjelaskan, sebenarnya ada prosedur tertentu yang harus dipenuhi sebelum pesan dikirmkan. Meski demikian, dia mengakui, kejadian ini seharusnya juga tidak perlu terjadi.

Butuh waktu sekitar 38 menit bagi pemerintah setempat untuk mengklarifikasi pesan darurat yang telah dikirimkan tersebut. Agensi Manajemen Darurat Hawaii kemudian mengirimkan koreksi pesan melalui twitter yang berbunyi 'tidak ada rudal menuju Hawaii'.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES