Jumat, 7 Zulqaidah 1439 / 20 Juli 2018

Jumat, 7 Zulqaidah 1439 / 20 Juli 2018

Inggris dan Jerman Kritik Pembangunan Permukiman Israel

Ahad 14 Januari 2018 05:40 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Israr Itah

Ratusan pohon zaitun milik warga Palestian ditebang paksa oleh Israel untuk memperluas proyek permukiman Yahudi

Ratusan pohon zaitun milik warga Palestian ditebang paksa oleh Israel untuk memperluas proyek permukiman Yahudi

Foto: PALESTINIAN INFORMATION CENTER

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pemerintah Inggris dan Jerman mengkritik keputusan Israel membangun permukiman baru di wilayah Tepi Barat. Kedua negara tersebut menilai, ini akan kian memperumit perundingan damai dan solusi dua negara antara Israel dan Palestina. 

Menteri Inggris untuk Timur Tengah dan Afrika Utara Alistair Burt mengatakan, negaranya mengecam keras keputusan Israel yang hendak membangun permukiman baru di Tepi Barat. "Kami meminta Israel untukmempertimbangkan kembali rencananya," katanya dilaporkan laman Haaretz. 

Pemerintah Jerman pun mengungkapkan keprihatinannya atas keputusan Israel. "Kami mencatat rencana untuk memperluas permukiman Israel di Tepi Barat dengan perhatian perhatian besar," kata Kementerian Luar Negeri Jerman dalam sebuah pernyataan, dikutip laman Anadolu Agency, Sabtu(13/1). 

Kementerian Luar Negeri Jerman menilai, keputusan Israel tersebut akan kian memperumit negosiasi damai dengan Palestina. Hanya solusi dua negara yang dinegosiasikan yang bisa menciptakan keadilan atas klaim sah kedua belah pihak, katanya menambahkan. 

Pada Kamis (11/1) lalu, Israel menyetujui rencana pembangunan ratusan unit rumah baru bagi warga Yahudi di wilayah Tepi Barat yang diduduki. Menurut kelompok anti-permukiman Israel Peace Now, tahun lalu pemerintah Israel menyetujui pembangunan 6.742 unit permukiman barudi Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi sejak 2013. 

Saat ini lebih dari 600 ribu wargaYahudi Israel telah tinggal di permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Pencaplokan lahan masih terus dilakukan oleh Israel walaupun telah dinyatakan ilegal menurut hukum internasional.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Kali Sentiong Ditutupi Jaring Waring

Jumat , 20 Juli 2018, 17:55 WIB