Minggu, 10 Syawwal 1439 / 24 Juni 2018

Minggu, 10 Syawwal 1439 / 24 Juni 2018

Aplikasi Health Bantu Polisi Jerman Ungkap Kasus Pembunuhan

Ahad 14 Januari 2018 01:40 WIB

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Israr Itah

Aplikasi Health di Apple.

Aplikasi Health di Apple.

Foto: apple.com

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Aplikasi berbasis iOS Apple Health ternyata tak sekadar berguna untuk membantu menjaga kesehatan manusia. Aplikasi yang digunakan di iphone dan ipad ternyata dapat membantu mengungkap kasus kriminal.

Di Jerman, data yang terkumpul dalam aplikasi ini digunakan dalam persidangan seorang pengungsi yang dituduh melakukan pemerkosaan dan pembunuhan. Aplikasi Health dapat merekam langkah penggunanya dengan akurat. Menurut polisi, dalam rekaman data di aplikasi ini, langkah terdakwa seolah naik turun tangga diasumsikan naik turun tepi sungai sambil menyeret korban, demikian dilansir BBC, Jumat (12/1).

Terdakwa kasus ini, Hussein K mengakui perbuatannya, namun membantah beberapa detil perkara. Hussein didakwa membunuh gadis berusia 19 tahun pada Oktober 2016 lalu dan persidangan baru digelar pada September 2017. Korban kemudian ditenggelamkan di Sungai Dreisam, Freiburg.

Terdakwa berhasil diidentifikasi dari rambut yang ditemukan di lokasi. Semula terdakwa menolak memberikan kode PIN ponselnya. Kepolisian harus melakukan investigasi forensik siber anonim di Munich yang kemudian berujung pada pembongkaran aplikasi Health terdakwa.

Aplikasi ini merekam aktivitas pemilik akun termasuk berapa langkah yang dilakukan, asupan makanan, pola tidur, dan detak jantung. Selain merekam lokasi aktivitas terdakwa, aplikasi ini juga menunjukkan adanya kegiatan intensif yang terdakwa lakukan yang semula diidentifikasi sebagai naik turun tangga.

Investigasi kemudian menemukan aktivitas tersebut bersamaan waktu dengan hilangnya korban. Polisi meyakini aktivitas terdakwa tersebut berkaitan dengan upaya menenggelamkan badan korban. Kepala kepolisian setempat, Peter Egetemaier, menyatakan, untuk pertama kalinya, mereka mengaitkan data aplikasi kesehatan dengan geodata.

Satu-satunya yang masih jadi persoalan adalah soal kepastian usia terdakwa. Terdakwa mengklaim usianya masih 17 tahun.

Usia terdakwa akan menentukan beratnya hukuman. Untuk kasus semacam ini, terdakwa di bawah usia 18 tahun dapat dihukum maksimal 10 tahun. Sementara terdakwa dewasa dapat dihukum hingga 30 tahun.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA