Kamis, 7 Syawwal 1439 / 21 Juni 2018

Kamis, 7 Syawwal 1439 / 21 Juni 2018

Pernyataan Trump Picu Kemarahan Warga Afrika

Jumat 12 Januari 2018 19:40 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Teguh Firmansyah

Presiden Donald Trump.

Presiden Donald Trump.

Foto: EPA-EFE/Michael Reynolds

REPUBLIKA.CO.ID, JOHANNESBURG -- Komentar Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait izin imigrasi dari negara-negara bermasalah menarik perhatian pemerintah Afrika. Ini menyusul pernyataan Trump yang menyebut kawasan tersebut merupakan negara penuh masalah.

Afrika agaknya tersinggung dengan kata yang dilontarkan presiden yang tengah menjalani pemeriksaan medis tersebut. "Melihat kenyataan sejarah di mana banyak warga Afrika yang tiba di AS sebagai budak, pernyataan itu sangat melewati batas," kata Juru Bicara Pemerintah Uni Afrika Ebba Kalondo, Jumat (12/1).

Kalondo mengatakan, pernyataan yang dibuat Trump sangat mengejutkan mengingat AS merupakan contoh global dari nilai keragaman dan kesempatan yang kuat. Dia melanjutkan, keberagaman dan migrasi tersebut kemudian melahirkan sebuah negara yang kuat.

Kalondo mengungkapkan, pernyataan Trump itu lantas membuat pemerintah Uni Afrika di posisi yang canggung. Sebab, mereka merupakan negara-negara terbesar penerima dana bantuan AS. Hal itu juga yang membuat warga bimbang untuk mengkritisi kalimat Trump.

Meski demikian, hal tersebut tidak menghalagi sejumlah media dan pemuda lokal menggunakan kalimat hinaan Trump yang vulgar sebagai bahan olok-olokan. Melalui dunia maya, mereka memakai kalimat hinaan tersebut sebagai bahan kritisi yang satir.

"Selamat pagi dari negara yang paling cantik dan bermasalah di dunia," cuit seorang penyiar media lokal di Afrika Selatan Leanne Manas dalam akun Twitter-nya.

Kalimat Trump juga digunakan oleh komedian asal Johandesburg, Trevor Noah. Dia mengatakan, sebagai seseorang yang berasal dari negara bermasalah, dirinya merasa tersinggung dengan kalimat Sang Presiden.

Komentar Trump juga membuat salah seorang politisi aktif asal Kenya Boniface Mwangi angkat bicara. Dia meminta Presiden AS ke-45 itu tidak menyamaratakan model kepemimpinan yang berlangsung di Afrika dengan negaranya yang indah.

Ini bukan kali pertama bagi Trump untuk melontarkan kalimat negatif terhadap negara-negara Afrika. Sebelumnya dia pernah mengomentari tentang dana bantuan AS semasa Presiden Barrack Obama. "Setiap sen dari 7 miliar dolar AS ke Afrika akan dicuri - korupsi merajalela!" ujar Trump dalam akun Twitter-nya pada 2013 lalu.

Sumber : AP
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Spanyol Taklukkan Iran 1-0

Kamis , 21 Juni 2018, 03:21 WIB