Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Trump Sebut Mantan Ahli Strategi Gedung Putih Hilang Akal

Kamis 04 Jan 2018 16:04 WIB

Red: Ani Nursalikah

Steve Bannon

Steve Bannon

Foto: Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Donald Trump mengecam mantan kepala ahli strategi Gedung Putih Steve Bannon kehilangan akalnya, Rabu (3/1), karena kesalahan berkomentar yang dibuat Bannon tentang anak Trump Donald Trump Jr. dalam kutipan sebuah buku baru.

Trump, yang terus berbicara secara pribadi dengan Bannon setelah memecatnya pada Agustus, pada dasarnya memutuskan hubungan dengan mantan penasihatnya setidaknya untuk saat ini dalam sebuah pernyataan tajam yang dikeluarkan setelah menyoroti komentar Bannon.

"Steve Bannon tidak ada hubungannya dengan saya atau kepresidenan saya. Ketika dipecat, dia tidak hanya kehilangan pekerjaan, dia kehilangan akal," ujar Trump.

Trump sangat bergantung pada Bannon, ketua laman web berita sayap kanan Breitbart News untuk mendapatkan saran pada bulan-bulan menjelang kemenangannya yang mengagetkan dalam pemilihan November 2016. Bannon membantu Trump membentuk sebuah pesan populis dan anti-keberpihakan, serta telah menjadi penghubung presiden ke basis dukungan konservatifnya. Tidak jelas apakah perpecahan tersebut akan mendorong Bannon menjadi lebih agresif dalam kampanyenya melawan Partai Republik dan apakah dia sekarang juga akan menargetkan Trump, atau akan menjadi jauh lebih lemah.

Menurut kutipan dari Fire and Fury: Inside the Trump White House oleh Michael Wolff, yang akan dirilis pada Selasa, Bannon menggambarkan pertemuan pada Juni 2016 dengan sekelompok orang Rusia di Trump Tower di New York sebagai pengkhianatan dan tidak patriotik. Pertemuan tersebut disusun oleh putra presiden dan dihadiri oleh pejabat kampanye Trump.

Trump sebelumnya telah memuji Bannon atas persahabatannya, namun presiden mengatakan dalam pernyataannya pada Rabu, Bannon tidak ada hubungannya dengan kemenangan pemilihannya atas Hillary Clinton, menyebutnya sebagai staf yang bekerja untuk dirinya setelah menang dalam pencalonan di Partai Republik.

Presiden mengatakan Bannon bersalah atas hilangnya kursi senat AS yang dipegang Partai Republik di Alabama pada Desember ketika anggota Partai Republik Roy Moore, yang kampanyenya digagalkan oleh tuduhan melakukan kesalahan seksual terhadap gadis remaja, kalah dari Doug Jones dari Partai Demokrat. Trump dan Bannon mendukung Moore dalam kampanye tersebut.

"Sekarang dia sendirian, Steve belajar kemenangan tidak semudah yang saya buat kelihatannya. Steve sangat sedikit hubungannya dengan kemenangan bersejarah kami, yang disampaikan oleh para pria dan wanita yang terlupakan di negara ini. Steve ada kaitannya dengan hilangnya kursi Senat di Alabama yang berlangsung lebih dari 30 tahun oleh anggota Partai Republik," kata Trump.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA